LombokPost – Di tengah tren pabrikan Tiongkok yang saling beradu kapasitas baterai jumbo, PT Honda Prospect Motor (HPM) justru mengambil langkah berseberangan.
HPM membuat debut perdana Honda Super-ONE untuk pasar Asia Tenggara di ajang GIIAS 2026 di ICE BSD City pada 30 Juli-9 Agustus.
Honda merancang Super-ONE dengan baterai ringkas berkapasitas 29,6 kWh (kimia NMC) yang menghasilkan bobot sangat enteng.
Meski memiliki jarak tempuh klaim 274 kilometer yang relatif lebih pendek dibanding kompetitor di kelasnya, Honda justru unggul pada kecepatan dan efisiensi durasi pengisian daya.
Baca Juga: Anak Eks Bupati Bima Dipolisikan, Diduga Gelapkan Uang Bisnis Jagung Rp 3,8 Miliar
Berbeda dari mayoritas mobil listrik di pasaran yang mengklaim durasi pengisian cepat 30 menit hanya untuk rentang 30 persen ke 80 persen.
Honda Super-ONE mampu melahap pengisian daya Fast Charging DC dari 10 persen hingga 80 persen tuntas dalam waktu 30 menit.
Untuk pengisian daya harian rumahan, baterai dapat terisi penuh 100 persen hanya dalam waktu 4,5 jam.
Bobot kendaraan yang relatif ringan mempertahankan karakter kemudi lincah dan responsif khas DNA engineering Honda.
Baca Juga: Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah, Empat Ruang MTs Nujumul Huda Lembar Ludes Terbakar
Mobil ini juga memadukan estetika klasik yang ikonik dengan elemen modern karena menyasar segmen penglaju perkotaan dan pegiat gaya hidup.
Kehadiran Super-ONE menjadi perwujudan evolusi kultur Honda.
Tidak sekadar menjual kendaraan ramah lingkungan, melainkan mempertahankan identitas sebagai lifestyle item.
Super-ONE diprediksi bakal menjadi amunisi kuat untuk menggaet konsumen muda yang mencari mobil listrik lincah, praktis, dan bebas dari kendala pengisian daya yang memakan waktu lama.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Honda Indonesia