LombokPost – Mobil listrik Tiongkok semakin menunjukkan dominasinya di pasar global. Kombinasi harga yang lebih terjangkau, teknologi yang semakin maju, serta kapasitas produksi yang masif membuat produsen kendaraan listrik asal Negeri Tirai Bambu mampu meninggalkan para pesaingnya, termasuk perusahaan-perusahaan otomotif Amerika Serikat (AS).
Laporan RNZ, Jumat (24/7), menyebutkan tren tersebut semakin terlihat dari meningkatnya ekspor mobil listrik Tiongkok ke berbagai negara. Salah satu buktinya adalah kedatangan kapal BYD Zhengzhou di Australia yang membawa sekitar 5.000 unit kendaraan listrik. Pengiriman tersebut menjadi yang terbesar yang pernah diterima negara itu dalam satu kali pelayaran.
Pendiri lembaga riset otomotif Carloop, Riz Akhtar, menilai produsen mobil listrik Tiongkok berhasil menawarkan kombinasi harga dan fitur yang sulit disaingi kompetitor.
Baca Juga: Honda Luncurkan Mobil Listrik Super-ONE di GIIAS 2026
Menurut dia, dengan harga sekitar 40.000 dolar Australia, konsumen sudah memperoleh kendaraan yang dilengkapi berbagai teknologi modern, fitur keselamatan, hingga kenyamanan berkendara yang kompetitif di kelasnya.
"Pembeli tidak akan mengeluarkan uang lebih jika bisa memperoleh produk yang lebih baik dengan harga lebih rendah," ujarnya.
Keunggulan tersebut membuat produsen otomotif asal Amerika Serikat menghadapi tantangan yang semakin berat. Bahkan, Tesla yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemimpin pasar kendaraan listrik global kini harus bersaing lebih keras dengan derasnya ekspansi merek-merek asal Tiongkok.
Baca Juga: GWM Ora Ballet Cat Facelift, Mobil Kodok Listrik Bermesin 201 DK
Di sisi lain, industri kendaraan listrik Amerika justru mengalami perlambatan. Pemerintahan Presiden Donald Trump menghentikan sejumlah insentif bagi kendaraan listrik. Kebijakan tersebut berdampak pada dibatalkannya berbagai proyek pengembangan kendaraan listrik dan berkurangnya investasi di sektor tersebut.
Sementara itu, Tiongkok terus memperkuat posisinya sebagai pusat produksi kendaraan listrik dunia. Saat ini lebih dari 75 persen produksi mobil listrik global berasal dari Tiongkok, sedangkan kontribusi Amerika Serikat masih berada di bawah 5 persen.
Dominasi tersebut tidak hanya didukung oleh kapasitas manufaktur yang besar, tetapi juga rantai pasok baterai yang kuat, inovasi teknologi yang berkembang cepat, serta strategi ekspor yang agresif ke berbagai kawasan, termasuk Australia, Eropa, Amerika Latin, hingga Asia Tenggara.
Baca Juga: Mobil Listrik SMKN 1 Lingsar Tembus Shell Eco-Marathon, Jadi Satu-satunya Wakil SMK Indonesia
Dengan tren tersebut, persaingan industri kendaraan listrik diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan. Produsen mobil listrik Tiongkok berpeluang memperluas pangsa pasar global apabila mampu mempertahankan keunggulan harga sekaligus terus menghadirkan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Jawa Pos