Toyota Highlander EV Positif Diproduksi di Tahun 2027

Ferial Ayu • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 14:26 WIB
Toyota Highlander EV. (IST/LOMBOK POST)
Toyota Highlander EV. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost Toyota  memastikan rencana produksi SUV listrik tiga baris terbarunya, Highlander EV, tetap berjalan sesuai jadwal.

Kepastian ini sekaligus membantah rumor yang menyebut kendaraan ramah lingkungan tersebut kembali mengalami penundaan hingga pertengahan 2027 atau lebih lambat.

Toyota Motor North America menegaskan belum ada perubahan linimasa baru sejak pengumuman resmi perusahaan pada Juli lalu.

Highlander EV sebelumnya diperkenalkan pada Februari 2026 dan semula dijadwalkan masuk jalur produksi pada musim gugur 2026.

Baca Juga: Segera Debut, Xpeng Mona L05 Hadir Dalam Dua Konfigurasi, Versi BEV dan EREV

Namun, jadwal tersebut kemudian disesuaikan menjadi awal 2027.

Penyesuaian dilakukan bukan semata karena kondisi pasar kendaraan listrik, melainkan untuk memberikan waktu tambahan bagi Toyota melakukan validasi akhir dan pemeriksaan kualitas secara menyeluruh.

Pabrik Georgetown, Kentucky, Amerika Serikat, akan menjadi lokasi produksi SUV listrik tiga baris tersebut.

Rumor penundaan sebelumnya muncul setelah laporan mengenai penyesuaian jadwal pemasok komponen.

Baca Juga: Toyota Yaris Cross Dapat Penyegaran, Mesin Hybrid Jadi Andalan

Toyota memastikan tambahan waktu tersebut dimanfaatkan untuk memastikan Highlander EV memenuhi standar daya tahan dan keandalan sebelum diproduksi secara massal dan diserahkan kepada konsumen.

Dari sisi performa, Highlander EV hadir dengan pilihan baterai 77,0 kWh dan 95,8 kWh.

Kapasitas 77,0 kWh tersedia untuk varian penggerak roda depan (FWD) dan AWD standar, sedangkan baterai 95,8 kWh ditawarkan pada varian AWD.

Untuk varian FWD, motor listrik tunggal mampu menghasilkan tenaga 221 dk dengan torsi 268 Nm.

Sementara versi AWD yang mengandalkan motor ganda menghasilkan tenaga gabungan 338 dk dan torsi mencapai 438 Nm.

Urusan jarak tempuh juga menjadi salah satu daya tarik. Highlander EV FWD mampu menempuh sekitar 462 kilometer dalam sekali pengisian.

Baca Juga: Selamat Datang Princess Victoria, Pemprov NTB Perkuat Kerja Sama dan Komitmen Pembangunan Berkelanju

Sementara varian AWD dengan baterai lebih besar diklaim memiliki jangkauan hingga sekitar 515 kilometer.

Toyota turut membekali SUV tersebut kemampuan pengisian cepat DC.

Pengisian baterai dari 10 hingga 80 persen dapat dilakukan sekitar 30 menit.

Sistem pengisian menggunakan port standar NACS yang semakin banyak digunakan pada kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Baca Juga: Kubu Febrie Adriansyah Bantah Aliran Rp 40 Miliar, BAP Tan Kian Singgung Empat Pejabat Kejagung

Menariknya, penyesuaian jadwal produksi Highlander EV turut berimbas pada Subaru Getaway.

SUV listrik tiga baris Subaru tersebut dibangun menggunakan platform yang sama dan juga akan diproduksi di fasilitas Toyota di Georgetown.

Toyota sendiri membantah bahwa perubahan jadwal produksi berkaitan dengan melemahnya pasar kendaraan listrik.

Pabrikan menyebut penjualan kendaraan listriknya masih menunjukkan tren positif.

Highlander EV diproyeksikan hadir sebagai salah satu SUV listrik tiga baris yang menggabungkan ruang keluarga, performa, jarak tempuh panjang, dan teknologi elektrifikasi dalam satu paket.

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Toyota
Toyota Highlander EV Highlander EV Toyota Motor North America Toyota suv listrik