LombokPost – Setelah hadir dalam pilihan mesin diesel dan baterai listrik, pikap legendaris Toyota Hilux bakal memiliki varian fuel cell electric vehicle (FCEV) yang menggunakan hidrogen sebagai sumber energi.
Toyota memastikan Hilux FCEV akan dipasarkan di Eropa mulai 2028.
Kehadiran model ini menjadi bagian dari strategi pabrikan menghadirkan beragam pilihan teknologi untuk kendaraan komersial, sesuai kebutuhan dan kesiapan infrastruktur di masing-masing wilayah.
Dari teaser yang telah diperlihatkan, Hilux FCEV mendapat sentuhan desain pada bagian depan.
Baca Juga: Mitsubishi XForce Ultimate 2026, SUV ICE Paling Premium
Salah satu yang mencuri perhatian adalah daytime running light (DRL) baru dengan elemen LED khas.
Kendati demikian, Toyota belum mengungkap seluruh spesifikasi teknis versi produksi tersebut.
Untuk kemampuan jelajah, Toyota menargetkan Hilux FCEV mampu menempuh jarak lebih dari 400 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Angka tersebut dibarengi target kemampuan towing hingga 2.500 kilogram.
Baca Juga: Suzuki Hadirkan Inovasi Fitur Parkir di Ruang Terbatas
Kemampuan tersebut membuat Hilux FCEV memiliki keunggulan tertentu dibandingkan Hilux BEV.
Versi baterai listrik memiliki jarak tempuh sekitar 257 kilometer, dengan kapasitas towing antara 1.600 hingga 2.000 kilogram tergantung konfigurasi.
Salah satu daya tarik teknologi hidrogen terletak pada waktu pengisian energi.
Toyota menyebut pengisian tangki hidrogen Hilux FCEV dapat dilakukan sekitar lima menit, jauh lebih singkat dibandingkan pengisian baterai kendaraan listrik yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama.
Namun, teknologi tersebut masih menghadapi tantangan infrastruktur.
Jaringan stasiun pengisian hidrogen di Eropa dan Inggris belum sebanyak stasiun bahan bakar konvensional maupun pengisi daya kendaraan listrik.
Pengembangan Hilux FCEV sendiri bukan langkah baru. Toyota telah memperkena
Baca Juga: Keindahan Pohon Galau dan Sunset Keemasan Savana Bale Tepak
Editor : Akbar SirinawaSumber : Toyota