
LombokPost – Toyota memastikan rencana produksi SUV listrik tiga baris terbarunya, Highlander EV, tetap berjalan sesuai jadwal.
Kepastian ini sekaligus membantah rumor yang menyebut kendaraan ramah lingkungan tersebut kembali mengalami penundaan hingga pertengahan 2027 atau lebih lambat.
Toyota Motor North America menegaskan belum ada perubahan linimasa baru sejak pengumuman resmi perusahaan pada Juli lalu.
Highlander EV sebelumnya diperkenalkan pada Februari 2026 dan semula dijadwalkan masuk jalur produksi pada musim gugur 2026.
Namun, jadwal tersebut kemudian disesuaikan menjadi awal 2027.
Penyesuaian dilakukan bukan semata karena kondisi pasar kendaraan listrik, melainkan untuk memberikan waktu tambahan bagi Toyota melakukan validasi akhir dan pemeriksaan kualitas secara menyeluruh.
Pabrik Georgetown, Kentucky, Amerika Serikat, akan menjadi lokasi produksi SUV listrik tiga baris tersebut.
Rumor penundaan sebelumnya muncul setelah laporan mengenai penyesuaian jadwal pemasok komponen.
Toyota memastikan tambahan waktu tersebut dimanfaatkan untuk memastikan Highlander EV memenuhi standar daya tahan dan keandalan sebelum diproduksi secara massal dan diserahkan kepada konsumen.
Dari sisi performa, Highlander EV hadir dengan pilihan baterai 77,0 kWh dan 95,8 kWh.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




