MATARAM-Kabar baik bagi seluruh mahasiswa UIN Mataram. Selama proses belajar mandiri secara daring dari rumah, kampus memberikan kuota internet gratis 30 GB. Penggunaannya untuk tiga bulan kedepan. ”Kami sudah menjalin kerjasama dengan provider Indosat,” kata Kepala UPT Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPADA) UIN Mataram Ahmad Nurjihadi saat dikonfirmasi Lombok Post, kemarin (3/4).
Untuk bisa mengakses, mahasiswa harus menggunakan kartu GSM Indosat Ooredoo IM3. Dengan mengaktifkan paket Belajar di Rumah melalui aplikasi MyIM3 atau ke nomor *123*369#. ”Ini bukan hanya untuk mahasiswa saja, namun juga bapak dan ibu dosen juga bisa,” tegasnya.
Jihad membenarkan provider yang satu ini tidak semua mahasiswa bisa menjangkaunya. Bukan dalam segi harga, tetapi akses jaringan internet, yang belum tersedia di beberapa wilayah di NTB. ”Untuk hal ini, kami tetap mendiskusikannya dengan provider tersebut, bagaimana mencari solusi,” ujar dia.
Ia menjelaskan, satu lagi provider yang sedang dijajaki adalah Telkomsel. ”Sedang kami berdiskusi, untuk menjalin kerja sama, karena tahun-tahun sebelumnya kami juga menggunakan mereka,” kata dia.
Terlepas dari semua kendala yang ada, Jihad menegaskan yang terpenting saat ini, bagaimana usaha kampus. Usaha terus memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa.
”Minimal kita siapkan, karena pembelajaran daring ini sudah sebulan yang lalu, melalui WA Group atau Google Class Room,” terangnya.
Jangan sampai, kuota internet menjadi penghambat pembelajaran. Semangatnya untuk mempermudah mahasiswa. ”Kalaupun ada mahasiswa yang paling jauh tidak terjangkau, ini juga kami akan tetap cari solusinya, dengan Telkomsel ini kami serius jajaki,” kata dia.
Mahasiswa nantinya tidak hanya bisa membuka situs belajar semisal Ruang Guru, Quipper, Sekolahmu, dan Rumah Belajar, Mereka juga bisa mengakses yang lain.
Namun kata Jihad, UIN Mataram tetap melakukan pengawasan. Kuota sebesar 30 GB yang berlaku selama 30 hari itu, secara gratis hanya untuk keperluan akademis saja. ”Jangan dipakai untuk download film atau buka yang lain, ini yang akan kami monitor dari kampus,” tandasnya.
WR III UIN Mataram Hj Nurul Yakin berharap, layanan ini bisa digunakan secara bijak dan maksimal. ”Dalam kondisi ini, kita harus hemat termasuk dalam belajar,” tegasnya.
Saat ini, memang tidak semua mahasiswa bisa mengakses layanan tersebut. Dia meminta mahasiswa bersabar. ”Kami tetap memikirkan yang terbaik untuk mahasiswa, semuanya sedang berproses,” tutup Nurul. (yun/r9)
Editor : Administrator