Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pendaftaran SMA di NTB Segera Dibuka, Ini yang Perlu Diperhatikan

Baiq Farida • Jumat, 5 Juni 2020 | 09:38 WIB
MASIH DIKAJI: Tiga orang siswa SMKN 2 Mataram menunggu jemputan di Jalan Pemuda, Gomong, Kota Mataram, belum lama ini. Masuk sekolah di Kota Mataram tunggu izin dari Pemkot Mataram.
MASIH DIKAJI: Tiga orang siswa SMKN 2 Mataram menunggu jemputan di Jalan Pemuda, Gomong, Kota Mataram, belum lama ini. Masuk sekolah di Kota Mataram tunggu izin dari Pemkot Mataram.
MATARAM-Pengumuman kelulusan SMP, resmi dilakukan hari ini. Selanjutnya orang tua diminta mempersiapkan anak-anaknya, untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi. ”Pra pendaftaran sudah bisa dilakukan Senin (8/6/2020),” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post Kamis (4/6/2020).

 

Tahun ini, pihaknya membuka empat jalur pendaftaran SMA negeri. Kuota jalur zonasi 60 persen, jalur afirmasi paling 20 persen, perpindahan orang tua lima persen. Terakhir, kuota jalur prestasi mencapai 15 persen. Rinciannya, delapan persen dari prestasi nilai rapor Semester I-V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. ”Sisanya lima persen dari prestasi piagam atau sertifikat dan dua persen lagi dari tahfidzul quran,” imbuhnya.

 

Untuk menyambut kegiatan tersebut, Aidy meminta orang tua melengkapi segala dokumen. Seperti Nomor Kepala Keluarga (NKK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi orang tua. ”Paling penting juga, memastikan anaknya bersekolah di zonanya,” tegas dia.

 

Menurunya, peran orang tua sangat penting dalam masa seperti ini. Jika anaknya ingin bersekolah di SMK dan membutuhkan tes kesehatan langsung, maka orang tua harus mendampingi. ”Masuk SMA kan ada tes buta warna, maka peran orang tua harus mengawal, pulang maupun pergi,” jelasnya.

 

Terakhir, memotivasi anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan. Usahakan menghindari keinginan untuk menikah atau bekerja, apalagi menganggur terlebih dulu. ”Motivasi anak-anak tetap punya semangat melanjutkan sekolah,” tandasnya.

 

Ketua Dewan Pendidikan NTB H Rumindah mengingatkan orang tua, ada kasus tertentu saat anak tidak ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah yang masuk zonasi. Misalnya sekolah itu terkenal disiplin, punya standar tinggi atau alasan lain, sepanjang masih memenuhi persyaratan untuk bisa bersekolah di luar zonasi, maka bisa saja itu diterapkan.

”Anak-anak juga nggak boleh dipaksakan ya, daripada nggak nyaman dan merasa tersiksa, selama sesuai aturan, bisa sekolah di tempat lain, jangan terlalu kaku sama aturan,” ujarnya. (yun/r9)

 

  Editor : Baiq Farida
#Pendaftaran SMA #Dikbud NTB