Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikbud NTB Larang Sekolah Pungut Biaya Ambil Ijazah

Baiq Farida • Sabtu, 13 Juni 2020 | 10:52 WIB
SEGERA DISTRIBUSI: Para staf Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, memeriksa seri blanko ijazah SMA, beberapa waktu lalu.
SEGERA DISTRIBUSI: Para staf Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, memeriksa seri blanko ijazah SMA, beberapa waktu lalu.
MATARAM-Selain kegiatan PPDB dan Penilaian Akhir Tahun (PAT) kenaikan kelas, Dinas Dikbud NTB juga tengah menyiapkan pendistribusian ijazah jenjang SMA. ”Kami tetap kebut penyelesaian distribusi ijazah,” kata Anggota Tim PPHP Ijazah Provinsi NTB Purni Susanto, pada Lombok Post kemarin (12/6/2020).

 

Sebanyak 32.887 ijazah untuk SMA negeri dan swasta di NTB, akan didistribusikan. Rinciannya, jurusan IPA kurikulum 2006 135 lembar, IPS kurikulum 2006 501 lembar, Bahasa kurikulum 2006 21 lembar. Sedangkan peminatan Matematika dan IPA kurikulum 2013 16.448 lembar, peminatan IPS kurikulum 2013 14.582 lembar, terakhir peminatan Bahasa dan Budaya kurikulum2013 1.160 lembar.

 

Tahun ini, siswa SMA negeri dan swasta yang tidak lulus 302 orang. Alasan yang paling banyak adalah mereka berhenti di tengah jalan karena menikah sebelum UN atau US. ”Jadi yang lulus sebanyak 31.037 orang,” terangnya.

 

Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB ini menjelaskan, distribusi ijazah pada seluruh Kantor Cabang Dinas (KCD) di Pulau Lombok, sudah selesai dilakukan. Sementara di Pulau Sumbawa, masih menunggu KCD yang mengambil sendiri. ”Kami meminta mereka datang ke dinas,” kata dia.

 

Setelah diterima, masing-masing KCD diminta langsung mendistribusikannya. Selanjutnya nanti pihak sekolah yang meneruskan ke peserta didik. Pihaknya berharap, ijazah tidak terlalu lama mengendap di sekolah. ”Ijazah adalah hak siswa yang sudah menyelesaikan seluruh proses belajarnya di satuan pendidikan dan dinyatakan lulus,” ujarnya.

 

Diakuinya, memang ada saja kendala dalam distribusi ijazah. Seperti pengalaman sebelumnya, banyak ijazah yang tertahan di sekolah dengan berbagai alasan. Misalnya, siswa melanjutkan pendidikan sehingga tidak mengambil ijazahnya di sekolah. Ada juga yang beralasan merantau ke luar daerah bahkan ke luar negeri.

 

Apapun alasannya, Dinas Dikbud NTB menekankan, ijazah harus segera disampaikan. Bila perlu sekolah mendatangi rumah siswa yang kesulitan datang ke sekolah sekaligus siswa bisa menandatangani ijazahnya di rumah.

 

”Perlu diingat, dalam hal distribusi, sekolah tidak boleh mengaitkan pemberian ijazah dengan biaya tertentu,” pungkasnya. (yun/r9)

  Editor : Baiq Farida
#sma #ijazah #Dikbud NTB