Direktur UT Mataram Raden Sudarwo mengatakan, program beasiswa ini diberikan kepada lulusan SMA sederajat khusus untuk dua tahun terakhir. Mereka juga harus memiliki prestasi akademik.
“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.
Penerima beasiswa CSR juga dibebaskan biaya kuliah. UT Mataram memberikan secara cuma-cuma buku, tutorial, dan perlengkapan kuliah seperti jaket almamater.
Raden menjelaskan, beasiswa KIP-K diperuntukkan untuk Program Studi Akuntansi Keuangan publik sebanyak 32 orang. Sedangkan untuk kuota CSR dialokasikan untuk Program Studi Pariwisata sebanyak 35 orang, Manajemen 26, serta satu untuk Bahasa Inggris Penerjemah.
“Untuk bahasa Inggris Penerjemah kami berikan pada mahasiswa tunanetra dan di semester dua ada satu beasiswa untuk atlet berprestasi,” paparnya.
Menurut Raden, tahun ini kuota pemberian beasiswa KIP-K dan CSR tercatat sebagai yang paling banyak dibanding sebelumnya. Diharapkan pemerintah daerah juga bisa ikut andil memberikan beasiswa serupa.
“Semoga pemkab/pemkot di NTB kedepan bisa tergugah dengan menyiapkan anggaran,” ujarnya.
Adapun kewajiban para penerima beasiswa selama mengenyam bangku kuliah, mereka diharuskan di semester satu meraih IPK minimal 2,5. Sementara saat lulus mereka minimal harus meraih IPK 3,0.
“Kalau tidak memenuhi syarat minimal ini mereka harus belajar dan biaya sendiri alias beasiswanya kami cabut,” tandasnya.
Para penerima beasiswa selanjutnya akan dibagi dalam enam kelompok. Mereka akan dinaungi masing-masing satu orang dosen pembimbing akademik. Sehingga belajar dan motivasi mereka bisa terkontrol agar bisa lulus tepat waktu dan memenuhi standar IPK yang ditentukan.
“Harapannya, mereka bisa belajar di UT dengan kualitas dan kompetensi yang baik,” ujarnya. (ida/r9/*)
Editor : Baiq Farida