”Kita belum ada rencana buka sekolah dalam waktu dekat, jadi anak-anak tetap BDR,” kata Kepala Disdik Mataram H Lalu Fatwir Uzali, pada Lombok Post, Sabtu (7/11/2020).
Selama BDR, orang tua diminta berperan mendampingi anak-anaknya. Terutama dalam memaksimalkan gawai untuk media pembelajaran.
”Jadi penggunaannya bukan untuk hal-hal yang lain,” terangnya.
Diingatkan, anak harus diberi pemahaman, bahwa HP hanya dipinjam untuk belajar.
”Jadi selain itu tidak diperkenankan,” jelasnya.
Kedua orang tua harus membimbing. Selama proses belajar, guru biasanya memberikan situs untuk mengerjakan tugas. ”Itu dibimbing, biasanya anak-anak belum akrab dengan teknologi itu,” jelas dia.
Ketiga anak-anak ditemani. ”Jadi ini dilakukan sambil belajar bersama, bila ada hal-hal yang tidak diketahui oleh anak, orang tua bisa mengajarkan,” terang Fatwir.
Terakhir, dibatasi. Cara seperti ini terkait durasi penggunaan gawai. Tujuannya, anak tetap terjaga dari sisi kesehatan dan tetap mengingat waktu belajar.
”Anak diberikan durasi penggunaannya, misal 10 menit ya sudah itu digunakan sesuai kesepakatan,” kata Fatwir.
Tidak dipungkiri, saat ini anak-anak sangat sulit dipisahkan dari gawai. Karena itu, orang tua perlu menetapkan batasan-batasan yang tegas.
”Sekarang kalau anak sudah mulai menggunakan HP, kita sebagai orang tua punya kewajiban juga untuk mengatur pemakaiannya,” pungkas dia. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida