Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Putri Ayu, Juara Miss Fotogenik

Administrator • Selasa, 1 Maret 2022 | 13:42 WIB
KELUARGA BESAR PELTI LOTIM: Pengurus dan atlet PELTI Lotim berpoto bersama di lapangan tenis GOR Lotim di Selong, belum lama ini.
KELUARGA BESAR PELTI LOTIM: Pengurus dan atlet PELTI Lotim berpoto bersama di lapangan tenis GOR Lotim di Selong, belum lama ini.
Praya - Senyum manis tak pernah lepas dari raut wajah Baiq Putri Ayu Kumalasari di SMAN 2 Praya, pekan lalu. Dia menceritakan pengalaman pertamanya, mengikuti ajang yang diselenggarakan Pemprov NTB tersebut.

”Awal tahu infonya dari pak Dedi, guru kesenian saya dan setelah beliau jelaskan dan pada akhirnya saya tertarik,” kata dia.

Putri awalnya tidak memasang target apa pun. Karena berpartisipasi dan mewakili Lombok Tengah saja, sudah cukup baginya.

Tetapi nasib memberi lebih. Pemegang nomor peserta 22, ia berhasil meraih predikat Miss Fotogenik. ”Alhamdulillah bisa meraih predikat ini,” ucapnya bersyukur.

Ditanya kiatnya memenangkan kategori itu, dia mengatakan harus mengerti berpose. Juga menampilkan mimik wajah yang pas di depan kamera. Dia tahu betul trik agar wajah dan sikap tubuhnya dapat menghasilkan potret menarik.

Kemampuannya tersebut lahir berkat pengalamannya ikut les menari sejak kecil sampai sekarang. ”Sejak kecil saya sudah ikut nari di sanggar, saya sejak kecil juga sudah bermimpi jadi model,” jelas siswi kelas XI IPS 2 SMAN 2 Praya ini.

Bagi orang awam, menari dan fotografi mungkin dua dunia berbeda. Namun sebagai penari, dia tertempa menjadi sadar kamera. Tahu kaman harus senyum, bagaimana bersikap, dan poses secara keseluruhan.

Tidak menerapkan target, bukan berarti semuanya dilakukan biasa saja. Putri selalu memperhatikan dan mengikuti arahan para mentor. Ketekunan itu ia tunjukkan saat menjalani karantina.

”Saya lihat bagaimana cara duduk, cara jalan layaknya model, cara jadi wanita elegan, dan itu semua saya ikuti,” terangnya.

Ajang Miss Hijab Indonesia NTB diikuti 30 peserta dari seluruh perwakilan kabupaten kota di NTB. Mereka menjalani karantina selama tiga hari, 9-11 Februari lalu, di Mataram.
Kegiatannya seperti pembekalan diri dan mengasah bakat. Para peserta juga diberikan materi bicara di depan publik, pembentukan karakter, cara berperilaku, hingga modeling.

Karena menurutnya, menjadi cantik, tidak hanya terpancar dari paras saja. Tetapi juga dibutuhkan kepribadian yang menarik, serta memiliki kepedulian sosial.

”Bisa dikatakan, sebagai pengalaman berharga bagi saya, karena dipertemukan dengan orang yang benar-benar profesional di bidangnya,” jelasnya.

Dengan pengalaman tersebut, ia akan kembali berpartisipasi apabila ada ajang serupa pada masa mendatang. ”Kalau ada lomba lagi atau ajang kayak gini, mau ikut lagi,” tandasnya.

Guru Seni SMAN 2 Praya Lalu Dedi Purnawan mengatakan, pihak sekolah tentu akan mendukung langkah Putri, untuk mengasah kemampuan dan bakatnya di bidang Seni.

”Sekolah tak akan tertutup untuk itu, malah akan memfasilitasi,” ujarnya.
Kepala SMAN 2 Praya Dian Iskandar Jaelani mengapresiasi usaha yang telah dilakukan siswi dan pembinanya. ”Mudah-mudahan ini menjadi pemicu semangat dan motivasi bagi siswa lain,” harapnya. (*/r9) Editor : Administrator
#SMAN 2 Praya