Kegiatan ini bukan hanya dilaksanakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran siswa saja. Tetapi, sekaligus mengenalkan siswa dengan jenis soal yang ada di Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). ”Agar anak-anak terbiasa dengan hal semacam itu,” jelasnya.
Memang, pelaksanaan PAT sama dengan Penilaian Hari Bersama (PHB). Namun ada pembeda pada jenis soal yang diberikan, mengacu ke karakteristik soal ANBK.
”Seperti soal pilihan ganda, soal pilihan ganda kompleks lebih dari satu jawaban benar, isian singkat, pernyataan salah benar, dan menjodohkan jawaban,” jelasnya.
Dalam jenis soal pilihan ganda, peserta ujian akan diberikan sebuah pertanyaan dengan pilihan jawaban berganda. Peserta ujian hanya akan memilih satu jawaban yang diyakini benar.
Pilihan ganda kompleks lebih dari satu jawaban benar. Pada jenis soal ini peserta dapat memilih lebih dari satu jawaban yang dianggap benar.
Kemudian, ada isian singkat. Jenis soal isian singkat mengharuskan peserta ujian memasukkan jawabannya. ”Namun, dalam jenis soal ini peserta hanya bisa mengisi jawaban dengan angka,” terang mantan kepala SMAN 11 Mataram ini.
Terkakhir, menjodohkan jawaban. Maksudnya, siswa diminta menghubungkan soal di kotak sebelah kiri, kemudian memilih jawaban pasangannya di kotak sebelah kanan. Sebuah garis akan terbentuk yang menghubungkan kedua kotak tersebut. ”Tim semua sudah mempersiapkannya,” ujarnya.
Dengan soal semacam itu, diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan literasi, mencakup kecakapan berpikir logis-sistematis. Serta kemampuan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah dipelajari di kelas. Juga keterampilan memilah dan mengolah informasi.
”Sedangkan di aspek numerasi, berharap dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa kita. Dengan menggunakan konsep, prosedur dan fakta,” jelasnya.
Selama PAT berlangsung tidak ditemukan kendala seperti gangguan teknis. ”Saya mengapresiasi semua pihak yang sudah berpartisipasi dengan kelancaran PAT ini,” pungkas Nurhani.
Sub Koordinator Kurikulum Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB Purni Susanto mengapresiasi sekolah yang menghadirkan soal PAT, berkarakteristik soal ANBK. Kedepannya, kurikulum yang dihadirkan Kemendikbudristek akan bermuara ke bidang literasi dan numerasi.
”Termasuk dalam hal evaluasinya, jadi kalau soal-soal PAT yang dibuat oleh sekolah sudah seperti soal ANBK, tentu sangat bagus,” ujarnya.
Disarankan, sekolah juga harus memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Mulai dari model atau metode mengajar guru, hingga materi yang diajarkan. ”Itu semuanya diharapkan harus ada perubahan, karena ini sebuah proses yang utuh dan menyatu dengan sistem evaluasi itu sendiri,” tegasnya. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida