Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SMK Ondak Jaya Dorong Peningkatan Kualitas Siswa Lewat Teaching Factory

Baiq Farida • Senin, 3 Oktober 2022 | 16:54 WIB
PRAKTIK PEMBELAJARAN: Seorang siswa sedang memeriksa kerangka produk, untuk siap disemprotkan cat dalam praktik pembelajaran, di bengkel rekayasa SMK Ondak Jaya. (Yuyun/Lombok Post)
PRAKTIK PEMBELAJARAN: Seorang siswa sedang memeriksa kerangka produk, untuk siap disemprotkan cat dalam praktik pembelajaran, di bengkel rekayasa SMK Ondak Jaya. (Yuyun/Lombok Post)
SELONG-SMK Ondak Jaya terus mendorong peningkatan kualitas anak didiknya melalui penerapan pembelajaran Teaching Factory. “Kami membangun bengkel rekayasa yang mirip dengan suasana kerja di industri, untuk tingkatkan keahlian anak didik kami,” terang Harmaen, kepala SMK Ondak Jaya, saat ditemui Lombok Post.

Bengkel rekayasa Teaching Factory milik SMK Ondak Jaya tersebut terletak jalan Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur (Lotim). Konsep dan praktik pembelajaran seperti ini, bisa dilakukan SMK dengan mengembangkan sejumlah unit produksi, yang merupakan bagian dari usaha sekolah.

Tujuannya, menambah penghasilan sekolah yang dapat digunakan dalam upaya pemeliharaan peralatan, peningkatan keahlian peserta didik, dan lainnya. Termasuk juga untuk memberikan pengalaman kerja yang sesungguhnya.

“Pembelajaran berbasis produk ini, dimana tujuannya mengasah keterampilan siswa, sehingga saat siswa lulus nanti, mereka sudah punya bekal, punya pegangan dan harapannya mereka punya kemampuan menciptakan produk,” tegas dia.

Di sisi lain, menerapkan Teaching Factory juga bertujuan menumbuhkembangkan karakter dan etos kerja, seperti disiplin, tanggung jawab, jujur, kerjasama, kepemimpinan, dan lainnya, yang dibutuhkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

“Di bengkel kami, supaya mirip seperti apa yang diterapkan di dunia industri, anak-anak bahkan sudah kami ajarkan cara memasarkan produk,” kata kepala sekolah.

Di SMK Ondak Jaya, konsep pembelajaran ini sudah diterapkan sejak siswa duduk di bangku kelas X. Sekolah memodifikasi hal-hal yang berkaitan dengan implementasinya, mulai dari kurikulum hingga pengadaan alat praktik siswa, sehingga kegiatan belajar mereka tidak monoton.

“Kami tidak ingin anak didik kami ini terpaku pada apa yang sudah ada, kami modifikasi sedemikian rupa, yang tidak hanya memberikan pemahaman teori saja, tetapi karena kita SMK, harus lebih fokus pada keahlian siswa,” tegas dia.

Untuk mendukung penerapan Teaching Factory di SMK Ondak Jaya, pihaknya telah membuat 120 lebih jenis produk, dengan jumlah barang yang telah dijual mencapai 5 ribu unit, yang dipasarkan ke seluruh Indonesia, sejak tahun 2017 sampai saat ini.

“Alhamdulillah, sudah banyak pihak yang memesan produk kami, mulai dari kelompok peternakan, UMKM Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Red), mesin olahan makanan, ada juga mesin untuk kontraktror, home industry dan lainnya,” jelas Harmaen.

SMK Ondak Jaya terus berusaha mendukung kemudahan pembeli, dalam mengelola usahanya, dengan berbagai macam mesin pendukung. Dalam proses pemesanannya, sekolah bisa membuat produk tersebut yang disesuaikan dengan biaya yang dimiliki.

“Kalau misalnya ada segitu aja budget-nya, kita sesuaikan agar produk anak-anak SMK itu bisa diterima di masyarakat,” terangnya.

Agar suasana Teaching Factory semakin terasa, produk yang dibuat SMK Ondak Jaya telah terstandar. Sekolah juga menyediakan garansi purna jual. “Jadi kita garansikan satu tahun untuk perawatan produk. Kalau ada persoalan, tinggal kontak, anak didik kami yang ke konsumen langsung, atau mereka yang bawa ke sekolah,” ujarnya.

Setelah produk dikirimkan ke konsumen, beberapa bulan kemudian sekolah akan memberikan form kepuasan pembeli. Mereka diharapkan bisa memberi saran dan kritik terhadap produk yang dibuat SMK Ondak Jaya, dan semuanya akan dianalisa oleh siswa.

“Dari hal-hal yang sederhana, hal secara detail pun siswa harus tahu, dengan begitu mereka bisa merasakan industri secara riil di lapangan dan membuatnya menjadi lebih paham,” tandas kepala sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB M Khairul Ikhwan mengatakan, hadirnya nuansa Teaching Factory di SMK, membuat setiap proses pembelajaran dan praktik dari peserta didik, akan mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri. “Dengannya, akan mengarah ke penciptaan iklim industrial di lingkungan pendidikan SMK,” tegasnya. (yun/r10) Editor : Baiq Farida
#SMK Ondak Jaya #Teaching Factory