Pemuda yang akrab disapa Zia ini, baru saja meraih gelar S1 awal tahun ini. Dia melaksanakan wisuda di Al-Manarah, Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Rabu lalu (9/11). Kini Zia melanjutkan program magister di kampus yang sama.
Ia mengatakan, mendapatkan amanah tersebut, tentu tidak mudah dan tidak instan. Melainkan hasil tempaan selama Zia mengikuti beragam organisasi sejak duduk di bangku MTs dan MA. ”Utamanya ketika saya menempuh pendidikan di MAN 2 Mataram, banyak hal yang saya peroleh saat itu, misalnya mengenai kepemimpinan, bagaimana memimpin teman-teman di organisasi,” jelasnya.
Demikian pula dengan ilmu manajerial yang diperoleh saat belajar di MAN 2 Mataram. Bekal itu menjadi faktor yang mempengaruhi kiprahnya sebagai gubernur mahasiswa wilayah Bali-Nusra di Kairo, Mesir. ”Sebagai alumni, saya juga selalu takzim kepada guru-guru tak lupa mengucapkan terima kasih,” terang Zia.
Kedepannya ia akan bertugas untuk menjembatani berbagai kebutuhan bagi mahasiswa di sana. Termasuk hal-hal yang menyangkut kebutuhan mahasiswa baru yang belum memiliki tempat tinggal dan juga keperluan pokok selama hidup di negeri tersebut. ”Jadi, mahasiswa baru tidak perlu khawatir, ketika baru sampai di Mesir, pasti akan dibantu,” terang pemuda kelahiran Sikur, Lombok Timur ini.
Kepala MAN 2 Mataram H Lalu Syauki turut bangga atas pencapaian alumninya. Selama menempuh pendidikan, dirinya melihat Zia adalah pribadi yang pintar bersosialisasi, dan berkomunikasi. ”Temannya pun tidak terbatas dengan mahasiswa Indonesia dan Mesir saja, namun juga lintas benua. Dan menurut saya, inilah sesungguhnya yang menjadi faktor utama, kenapa Zia akhirnya dipilih menjadi gubernur,” terangnya.
Ia berharap, Zia mampu mengkomunikasikan hal-hal yang menjadi tuntutan dan keinginan mahasiswa Indonesia di Kairo. ”Mudah-mudahan, dia menjadi mediator bagi teman-temannya dengan pemerintah Mesir dan juga KBRI di sana,” pungkas kepala madrasah. (yun/r9/*)
Editor : Baiq Farida