Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kantor Bahasa NTB Gelar Kemah Pelatihan Cerpen Sasambo

Baiq Farida • Jumat, 13 Januari 2023 | 16:57 WIB
LESTARIKAN BAHASA DAERAH: Kepala Kantor Bahasa NTB Puji Retno Hardiningtyas (tujuh dari kanan) bersama panitia dan peserta di kemah pelatihan penulisan cerita pendek bahasa Sasambo, kemarin (12/1). (Kantor Bahasa for Lombok Post)
LESTARIKAN BAHASA DAERAH: Kepala Kantor Bahasa NTB Puji Retno Hardiningtyas (tujuh dari kanan) bersama panitia dan peserta di kemah pelatihan penulisan cerita pendek bahasa Sasambo, kemarin (12/1). (Kantor Bahasa for Lombok Post)
MATARAM-Kantor Bahasa NTB kembali menindaklanjuti program revitalisasi bahasa daerah yang digulirkan sejak tahun lalu. Instansi ini menggelar kemah pelatihan penulisan cerita pendek bahasa Sasak, Samawa, Mbojo (Sasambo) di Hotel Hart Mataram, 11-15 Januari.

“Kegiatan ini melibatkan tiga murid SD, tiga siswa SMP, dan enam guru pendamping,” kata Kepala Kantor Bahasa NTB Puji Retno Hardiningtyas, Kamis (12/1).

Wanita bergelar doktor ini menjelaskan, Kemah Penulisan Cerita Pendek ini merupakan upaya strategis dalam rangka merevitalisasi sebuah bahasa.

Inti dari pelaksanaan kegiatan ini adanya keluaran terbitan cerita pendek berbahasa daerah dari sembilan provinsi atau balai/kantor bahasa yang telah melaksanakan revitalisasi bahasa daerah. Salah satu dari tujuh mata lomba dalam pelatihan guru master, yaitu menulis cerpen berbahasa daerah.

Namun, praktik pada kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu tidak semua provinsi mengadakan lomba ini. Dari 12 provinsi ada empat balai/kantor bahasa yang tidak bisa melaksanakan mata lomba menulis cerpen.

Retno mengatakan, di NTB ada beberapa kota dan kabupaten yang melaksanakan lomba ini pada tingkat kecamatan dan kabupaten. Walau pun pada tingkat provinsi belum dilombakan.

Ada naskah hasil lomba menulis cerpen yang dijadikan naskah lomba mendongeng. ”Jadi, ini salah satu alasan kantor bahasa untuk melaksanakan kegiatan ini,” tambahnya.

Harapannya Program Revitalisasi Bahasa Daerah dapat dilakukan dan menjadi program khusus yang berkesinambungan. Hal tersebut juga sesuai dengan pesan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Prof E Aminuddin Aziz. Bahwa program yang digelar harus mengarah pada sasaran penutur jati, berkelanjutan, dan berkemitraan. ”Ketiga hal tersebut menjadi pedoman kami untuk menyelenggarakan kegiatan ini sesuai dengan arahan yang jelas, tepat, dan terukur,” jelas dia.

Di samping itu, cerita pendek yang dihasilkan nanti merupakan gambaran dari kearifan lokal yang mewakili setiap provinsi. Termasuk NTB dengan ketiga bahasa daerahnya, Sasambo. ”Harapan kami dengan adanya kegiatan ini dapat mengangkat kearifan lokal NTB di kancah nasional,” tegasnya.

Nantinya, hasil dari kegiatan ini akan melahirkan enam cerita pendek karya para siswa dan enam cerita pendek hasil karya guru pendamping. Ia menekankan, kegiatan tersebut, tidak hanya fokus menghasilkan karya siswa. Tetapi juga menjadi sarana para guru pendamping untuk berkarya.

Kegiatan ini juga diisi dengan pemberian materi tentang review cerita pendek oleh para sastrawan. Yang menjadi suatu tahapan akhir untuk memastikan kualitas karya dan nilai keberterimaan karya cerpen berbahasa daerah.

Ke depannya, kegiatan ini akan terus diupayakan untuk menjadi program yang berkelanjutan. Juga menjalin kemitraan dengan berbagai unsur sasaran Kantor Bahasa Provinsi NTB. ”Pada intinya, kegiatan ini harus benar-benar dimaksimalkan untuk mengasah kompetensi siswa, anak-anak NTB harus semangat karena memulai berkarya dari awal. Hal ini menjadi bekal untuk berkecimpung dalam dunia sastra dan seni,” tandasnya. (yun/r9)

  Editor : Baiq Farida
#Revitalisasi Bahasa Daerah #Kantor Bahasa NTB