Rombongan diterima Direktur Lombok Post Alfian Yusni, bersama Pemimpin Redaksi Lombok Post Jony Marthadinata. ”Kami sangat bersyukur diterima dengan sangat baik oleh jajaran Lombok Post,” terang Faro Ferdinan Hariyadi, Senin (27/2).
Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa ingin mengetahui bagaimana perkembangan media di NTB. Termasuk cara bertahan saat pandemi, hingga cara media mainstream, khususnya media cetak Lombok Post, bertahan di tengah gempuran media daring dan lainnya.
Hal ini sesuai maksud dari Industrial Visit, merupakan salah satu jenis kegiatan pembelajaran di luar lingkungan kampus. Dilakukan untuk menambah pengetahuan serta memberi informasi kepada mahasiswa dan mahasiswi, tentang eksistensi dan peran media saat ini. ”Di kegiatan ini, kami juga melakukan diskusi berbagai macam hal, yang pastinya terkait dengan media, dan teman-teman juga terlihat sangat antusias dengan itu,” ujarnya.
Direktur Lombok Post Alfian Yusni mengatakan, Lombok Post telah hadir sejak tahun 1991. Perusahaan terus berinovasi dari tahun ke tahun. Bahkan di tengah hantaman pandemi, Lombok Post tetap eksis. ”Bahkan tahun ini kami bisa bertumbuh dan berlaba meski situasinya berbeda dari sebelumnya, tetapi ini tetap kami syukuri karena bisa melewati krisis yang ke sekian kalinya,” tegas dia.
Di samping itu, eksistensi Lombok Post sebagai salah satu media cetak di Bumi Gora, ikut berkontribusi untuk membangun semangat dan kepercayaan diri anak muda. Dilakukan melalui penyelenggaraan event pengembangan minat dan bakat.
Salah satunya, kompetisi basket yang paling ditunggu pelajar Developmental Basketball League (DBL) yang digelar setiap tahun. ”Kemudian tahun lalu, kami juga menyelenggarakan SAC (Student Athletics Championships, Red),” terangnya.
Hal ini membuktikan bahwa harian Lombok Post, tetap bisa eksis dan ditunggu kehadirannya oleh semua kalangan. ”Inovasi terus kami hadirkan,” tandasnya.
Pemred Lombok Post Jony Marthadinata mengatakan terus optimis dengan industri media massa. Terutama media cetak di NTB, dan di tengah perubahan pola yang terus berkembang pesat, apalagi dengan masifnya kehadiran media daring. Harian Lombok Post terus berbenah, bahkan telah menyiapkan diri untuk itu. ”Core kami tetap di media cetak, namun kami secara cepat juga ikut terlibat di era digitalisasi,” terangnya.
Dengannya, pola kerja pun ikut beradaptasi, dengan tetap mengedepankan penyajian berita. Bukan hanya bertumpu pada kecepatan, namun harus memperhatikan ketepatan, akurasi, dan ketelitian, yang sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. ”Ini yang masih kami pertahankan,” tandasnya.
Usai sesi diskusi, rombongan mahasiswa kemudian diajak untuk mengunjungi ruang redaksi harian Lombok Post. Termasuk kunjungan ke gedung percetakan yang memproses pembuatan koran. (yun/r9) Editor : Baiq Farida