Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Siswa MAN 1 Lotim Terbitkan Buku Gempa Lombok

Baiq Farida • Sabtu, 20 Mei 2023 | 12:04 WIB
MEMBANGGAKAN: Kepala MAN 1 Lotim M Nurul Wathoni (kiri) saat memberikan buku ke-13, berjudul Gempa Lombok dan Mitos Dewi Anjani kepada Kepala Kanwil Kemenag NTB H Zamroni Aziz, di perayaan puncak HUT MAN 1 Lotim ke-32 di Selong, Rabu (17/5), (MAN 1 Lotim
MEMBANGGAKAN: Kepala MAN 1 Lotim M Nurul Wathoni (kiri) saat memberikan buku ke-13, berjudul Gempa Lombok dan Mitos Dewi Anjani kepada Kepala Kanwil Kemenag NTB H Zamroni Aziz, di perayaan puncak HUT MAN 1 Lotim ke-32 di Selong, Rabu (17/5), (MAN 1 Lotim
SELONG--Kepala Kanwil Kemenag NTB H Zamroni Aziz mengapresiasi buku hasil karya siswa MAN 1 Lombok Timur (Lotim), Rabu (17/5). Buku yang berjudul “Gempa Lombok dan Mitos Dewi Anjani” merupakan karya ke-13 yang diluncurkan sekolah.

”Buku ini merupakan salah satu karya ilmiah siswa madrasah kami, yang telah diikutsertakan dalam lomba karya ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan di Manado dan sukses meraih peringkat ke-5,” ungkap Pembina KIR MAN 1 Lotim Bohari Muslim.

Buku tersebut setebal 291 lembar, dan telah mendapatkanInternational Standard Book Number (ISBN). Istimewanya, buku tersebut lahir dari hasil kajian dan penelitian mendalam yang dilakukan 2019, merupakan momentum pascagempa di Lombok.

Dalam penyusunannya, ada tahapan yang dilalui, termasuk pencarian data. Selama proses penelitian, madrasah melibatkan tokoh agama serta masyarakat Suku Sasak. Karena di peristiwa gempa Lombok pada Juni dan Agustus 2018, ada masyarakat suku Sasak yang mengaitkannya dengan keberadaan Dewi Anjani.

Bohari memaparkan, selama penelitian pihaknya menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. ”Ini dilakukan dua siswa kami, Arfi Hidayat dan M Arsyad, deskriptif kualitatif adalah teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan terstruktur, observasi dan dokumentasi,” jelasnya.

Sedangkan analisis data yang dilakukan secara kualitatif melalui reduksi data,  penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat Suku Sasak memaknai Dewi Anjani sebagai wali kutub dan khalifah di pulau Lombok. Kedua, masyarakat suku Sasak memaknai Dewi Anjani sebagai manusia yang berpindah ke alam jin dan sebagai penunggu Gunung Rinjani.

Ketiga, masyarakat suku Sasak memandang karena kemulian Dewi Anjani perlu ritual khusus untuk mendaki Gunung Rinjani, sebagai bentuk penghormatan. Keempat, gempa bumi Lombok terjadi karena keberadaan Dewi Anjani dan juga karena kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Terakhir gempa bumi terjadi sebagai peringatan terhadap masyarakat Sasak karena akhlak manusia yang telah rusak.

Dipandang dari kerusakan dan pelanggaran terhadap tardisi ritual sebelum mendaki Gunung Rinjani. ”Dengan demikian temuan dalam penelitian ini yaitu kehidupan sehari-hari masyarakat suku Sasak tidak bisa lepas dari ajaran agama  dan budaya,” jelas dia.

Keberadaan cerita sosok Dewi Anjani merupakan representasi kultur sosial budaya masyarakat Sasak. Erat dengan pengaruh ajaran Islam. Selama proses penelitian dan penulisan karya ilmiah ini, mendapatkan bimbingan, dari tim peneliti senior dari berbagai perguruan tinggi negeri, dan dari balai diklat yang telah ditunjuk secara formal oleh Dirjen Pendis Kemenag RI. ”Hasilnya dinilai dan dipresentasikan di hadapan para juri saat presentasi final secara tatap muka di kampus IAIN Manado, Sulawesi Utara,” tandasnya.

Atas karya tersebut, Kepala Kanwil Kemenag NTB H Zamroni Aziz menyampaikan apresiasi dan kebanggaan, terhadap kerja keras siswa madrasah. ”Terima kasih atas ikhtiar MAN 1 Lotim, untuk menjadikan karya-karya ilmiah siswa yang sudah juara ini menjadi buku yang layak untuk dibaca dan dibanggakan,” tegasnya.

Kanwil Kemenag NTB terus mendorong agar madrasah bisa semakin meneguhkan komitmennya, dalam memfasilitasi dan memberikan ruang yang luas pada siswa dan guru. ”Ini sebagai upaya bersama dalam upaya mewujudkan madrasah mandiri berprestasi ,sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi bangsa yang bisa bersaing dan  mampu menundukkan masa depan,” tandasnya. (yun/r9)

  Editor : Baiq Farida
#Gempa Lombok #MAN 1 Lotim