“Nilai rahmatan lil alamin disebut sebagai PPRA (Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin) dan konsep Pancasila masuk dalam P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), ini sesuai dengan yang diatur oleh Dirjen Pendis,” jelas Jusnawing, waka kurikulum MTsN 2 Lombok Barat.
Konsep dari P5-PPRA ini merupakan projek lintas disiplin ilmu dalam penerapan kurikulum merdeka di madrasah. Sebagaimana madrasah memiliki mata pelajaran tambahan di luar pelajaran sekolah umum. Seperti sejarah kebudayaan Islam, fiqih, dan bahasa Arab.
Ini dilakukan dengan pendekatan proyek berdasarkan kebutuhan atau permasalahan di masyarakat. Hal tersebut kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila dan rahmatan lil alamin. ”Jadi keduanya ini berhubungan dengan satu kegiatan. Intinya pembentukan karakter siswa yang lebih dilihat dari nilai agamanya,” jelas Jusnawing.
Dalam hal ini, MTsN 2 Lombok Barat sudah menerapkan kurikulum merdeka untuk kelas VII. Namun kelas VIII juga sudah mulai disiapkan untuk IKM dengan mengikuti kegiatan P5 untuk pengenalan. Beberapa guru sudah mendapatkan pelatihan secara online langsung dari pusdiklat. ”Untuk persiapan kurikulum merdeka mungkin kami masih kurang di pelatihan atau sosialisasi kepada guru yang secara langsung. Karena mungkin ada dana yang dibutuhkan,” terangnya.
M As’ad, koordinator P5PRRA MTsN 2 Lombok Barat menjelaskan, pelaksanaan ini dilakukan dengan bentuk kokurikuler atau terpisah dengan intrakurikuler. Madrasah saat ini menggunakan tiga tema. Yakni kearifan lokal dengan kontektualisasinya kesenian daerah berupa tari rudat. Kemudian rekayasa dan teknologi dengan projek membuat ecobrik. Dan kewirausahaan memanfaatkan mengolah hasil kebun.
Ketiga tema ini sekaligus dilakukan oleh delapan rombel siswa yang terbagi dalam tiga kelompok besar sesuai dengan tema. Pelaksanaan dilakukan tiap Sabtu dengan alokasi waktu 5 jam per pekan. Hasil produk biasanya digelar saat akhir tahun ajaran. ”Kegiatan P5P2RA penekanannya bukan hanya produk hasil proyek tapi ada nilai nilai kepribadian yang hendak ditanamkan, seperti bertanggung jawab, kerja sama, gotong royong, toleransi, tasammuh dan lain-lain,” kata M As’ad.
Diakuinya, belum ada dampak yang terlihat secara signifikan. Namun jika rutin dilakukan ini memberi siswa kesempatan untuk belajar karakter baik sesuai tujuan dari P5PPRA tersebut. ”Setidaknya ada sarana siswa untuk belajar yang lain selain matapelajaran yang ada di kelas,” tandasnya. (cr-chi/r9)
Editor : Baiq Farida