LombokPost-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTB bersama Balai Guru Penggerak (BGP) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota.
Bersama-sama memberikan pelatihan kepada guru-guru di sekolah sasaran untuk meningkatkan literasi.
”Sebagai perpanjangan tangan dari kementerian, BPMP harus kordinasi dengan Dinas Pendidikan meningkatkan literasi kepada sekolah sasaran yang level atau nilai literasi-nya rendah,” kata Josua Siahaan, pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PDM) 10 Kemendikbudristek, belum lama ini.
Diutarakan, untuk meningkatkan literasi tidak hanya menyiapkan fasilitas dalam bentuk bangunan. Melainkan sekolah harus ada daftar buku yang harus dibeli dan dicetak.
Sejauh ini kata dia, Kemendikbudristek telah merancang strategi peningkatan literasi di sekolah. Selain itu, juga merancang teknik pembelajaran agar guru-guru bisa mendapat pelatihan cara membaca buku bermutu. ”Sekolah yang nilai literasinya rendah guru-gurunya harus diberikan pelatihan,” ucap Josua.
Dia berharap Dinas Pendidikan kabupaten/kota mendorong agar sekolah membeli buku tiap tahun pembelajaran. Atau membangun pojok baca dan perpustakaan untuk mendorong peningkatan literasi. ”Dikti juga sudah turun dengan kampus mengajarnya meningkatkan literasi,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida