LombokPost-Pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa kurang mampu di sejumlah SMA/SMK di Kota Mataram menuai kendala.
”Kadang anak-anak yang dapat PIP sudah tamat,” kata Kepala SMKN 5 Mataram H Istiqlal, Kamis (28/12).
Diutarakan, dana penerima PIP belum bisa dicairkan karena beberapa faktor. Pertama, karena siswa telat menerima informasi terkait pencairan dana. ”Nama-nama siswa penerima PIP dari pihak bank,” kata Istiqlal.
Selain itu, dana PIP telat dicairkan karena siswa sudah tamat atau lulus. ”Kita di sekolah sudah mengusulkan siswa penerima PIP, tapi baru dicairkan. Ada juga siswanya sudah pindah sehingga kesulitan mencairkan,” urai Istiqlal.
Dia menyebutkan, di SMKN 5 Mataram jumlah siswa yang diusulkan menerima PIP untuk kelas X sebanyak 237 orang. Jika nama anak-anak yang diusulkan keluar namanya dari pihak bank, pihaknya akan memberikan surat rekomendasi untuk pencairan. ”Pihak bank yang kasih tahu kita nama-nama siswa yang keluar namanya pada PIP,” jelasnya.
”Begitu nama-nama siswa penerima PIP keluar dari pihak bank kita langsung share di Grup WhatsApp (WAG) wali siswa agar segera mengambil dananya di bank,” imbuh mantan kepala SMKN 4 Mataram ini.
Dikatakan, pihak sekolah membuat surat rekomendasi bagi siswa untuk mengambil dana PIP di bank. ”Siswa yang langsung ambil di bank karena sudah ada nomor rekeningnya. Kalau di sekolah tidak ada persoalan pencairan dana PIP,” ucapnya.
Hanya saja ada siswa yang slow respons untuk ke bank mencairkan dana PIP-nya. Sedangkan jika guru atau pihak sekolah yang mengambilkan dikhawatirkan ada dugaan potongan. ”Jadi lebih baik siswa yang ambil langsung,” ucapnya.
Dia menambahkan, pihak sekolah hanya mengusulkan siswa kurang mampu untuk menerima PIP. Jika di SMP sudah mendapat PIP tinggal diteruskan di jenjang SMA. ”Kalau tak salah Rp 1 juta per tahun diterima siswa di tingkat SMK,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H Aidy Furqan meminta agar siswa penerima PIP dilakukan verifikasi faktual. Karena banyak siswa yang ekonominya mampu menerima PIP. ”Program Indonesia Pintar dihajatkan untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida