LombokPost-SMPN 10 Mataram terus mengembangkan program zero waste bernilai ekonomis melalui budi daya maggot. Selain mendapatkan pendidikan akademik yang bersifat umum, para siswa di sekolah ini juga mendapatkan tambahan pengetahuan bidang non akademik berupa pengolahan sampah melalui program bank sampah.
”Melalui program bank sampah ini para siswa mendapatkan pengetahuan tentang tata cara mengolah sampah bernilai ekonomis melalui pengolahan sampah anorganik dan organik, salah satunya budi daya maggot,” kata Kepala SMPN 10 Mataram H Chamim Tohari.
Diutarakan, budi daya maggot sendiri menjadi unit produksi yang usianya paling muda dari bank sampah. Namun demikian, unit produksi ini terbilang cukup sukses dan efektif mengatasi persoalan sampah di lingkungan sekolah. ”Daun-daun dari pepohonan kita manfaatkan untuk budi daya maggot,” jelasnya.
Dia menyebutkan, SMPN 10 Mataram menjadi sekolah pertama di Kota Mataram yang mengembangkan budi daya maggot. ”Dengan budi daya maggot ini kita memberikan perubahan perilaku pada anak untuk mempunyai kepedulian terhadap lingkungan,” tutur Chamim.
Konsep zero waste yang dikembangkan di lingkungan sekolah melalui program budi daya maggot dan pengolahan sampah lainnya berhasil menjadikan sekolahnya sebagai juara lomba sekolah sehat tingkat Kota Mataram. ”Budi daya maggot langsung dikelola siswa,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Rury Anjas Andita