Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dana Bos SMK Hasanuddin Belum Dicairkan, Dikbud Klaim Ada Konflik Internal di Yayasan

Ali Rojai • Jumat, 26 Januari 2024 | 15:40 WIB
M Khairul Ihwan. (DOK/LOMBOK POST)
M Khairul Ihwan. (DOK/LOMBOK POST)

LombokPost-Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB merespons kabar pemblokiran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK Hasanuddin.

”Dana BOS tidak bisa dicairkan karena ada konflik di yayasan,” kata Ihwan, sapaan karibnya.

Dibeberkan, di SMK Hasanuddin terjadi konflik kepemilikan. Yayasan yang pertama minta SMK Hasanuddin ditutup, sedangkan yayasan kedua minta sekolah itu tetap dibuka.

”Katanya sertifikat lahan tempat sekolah ini berdiri dipegang yayasan yang mau menutup,” ujar Ihwan.

Dia sudah melakukan mediasi kepada kedua belah pihak sebanyak dua kali. ”Ini sebenarnya konflik internal yayasan,” kata Ihwan.

Dia juga sudah menyiapkan sekolah negeri untuk menampung siswa yang jumlahnya 16 orang di SMK Hasanuddin jika ditutup. Hanya saja kepala sekolah dan yayasan kedua yang tidak mau siswanya pindah ke sekolah negeri.

”Kepala sekolah diangkat oleh yayasan pertama dan SK-nya sudah berakhir,” klaim Ihwan.

Dikatakan, dana BOS tidak bisa dicairkan karena kepala sekolah sudah diberhentikan oleh ketua yayasan.

”Kepala sekolah ini tidak berhak mencairkan dana BOS. Apalagi sudah ada surat permohonan yayasan pertama untuk menutup sekolah,” tuturnya.

Kepala SMK Hasanuddin Ida Pusrawati mengatakan, masa jabatannya sebagai kepala sekolah berakhir pada 2025. Dia ingin Dikbud NTB melihat masa depan siswa. Jangan menelan mentah-mentah informasi yang diterima.

”Nasib anak-anak ini harus dipikirkan,” jelasnya.

Baca Juga: NTB Studi Tiru Hilirisasi Cabai di Jawa Barat

Dia tidak tahu mengapa sampai Dikbud NTB tega memblokir rekening dana BOS milik SMK Hasanuddin.

”Ini kan bukan uang mereka, ini untuk keperluan operasional,” ucapnya.

Sebelumnya Ida, sapaan karibnya juga bingung dengan tindakan  dinas yang memblokir rekening sekolah.

”Apa yang dilakukan Dikbud NTB bukan mematikan, namun mengubur kami,” tuturnya.

Dia ingin pejabat Dikbud NTB bisa membuka mata hati sebagai OPD yang menaungi sekolah harusnya memperjuangkan nasib anak bangsa.

”Kasihan siswa kami ini,” pungkasnya. (jay/r9)

 

Editor : Kimda Farida
#smk #Dikbud #Dana BOS