LombokPost-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram meminta sekolah terus melakukan evaluasi sehingga tidak ada siswa yang belum bisa membaca di tingkat SMP.
”Ini harus dievaluasi dari SD,” kata Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf.
Dia sudah meminta sekolah, terutama di kelas rendah tingkat SD melakukan evaluasi kepada anak didiknya.
Murid yang belum bisa membaca harus dipetakan dan dicarikan solusi seperti memberikan penanganan dengan penambahan jam belajar.
”Tidak semua murid memiliki kemampuan sama,” cetusnya.
Menurutnya, butuh kesabaran dalam mendidik anak yang slow learner dan harus ada perhatian khusus.
Jadi dibutuhkan kreativitas guru untuk memberikan treatment kepada anak-anak yang memiliki kemampuan rendah ini.
”Saya rasa pemetaan ini yang perlu. Baru diberikan treatment,” kata Yusuf.
Dia juga ingin satuan pendidikan melakukan program sesuai dengan hasil rapor pendidikan.
Jika nilai rapor pendidikan rendah di literasi maka harus ditingkatkan dengan membuat berbagai kegiatan atau gerakan. Misalnya, membaca sepuluh menit sebelum masuk kelas.
”Selain itu juga perlu ada peningkatan kompetensi guru dengan melakukan seminar atau webinar,” pungkasnya.
Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini melakukan gerakan membaca sebelum belajar dimulai di masing-masing kelas.
”Kami juga ada pojok baca di depan kelas untuk meningkatkan minat baca anak,” ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Kantor Bahasa untuk meningkatkan literasi di sekolah.
”Kami juga minta guru, terutama di kelas rendah memetakan murid yang belum bisa membaca untuk diberikan pembinaan khusus,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida