LombokPost-Program satu siswa satu usaha digalakkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB oleh seumlah kalangan dinilai sebagai program khayalan.
Karena banyak yang beranggapan satu siswa harus memiliki satu usaha di sekolah.
”(Padahal, Red) program ini untuk membentuk mindset usaha. Bukan siswa harus memiliki usaha di sekolah, kalau seperti itu kapan belajarnya,” kata Kabid Pembinaan SMK Dikbud NTB M Khairul Ihwan, pekan lalu.
Dijelaskan, program satu siswa satu usaha di SMK untuk menanamkan pola pikir kewirausahaan kepada anak-anak.
”Polanya ini macam-macam, bisa beraktivitas pada teaching factory, magang, dan berbagai kegiatan lainnya,” ucapnya.
”Kalau untuk skill sudah dipelajari sesuai kurikulum,” imbuh Ihwan, sapaan karibnya.
Mindset usaha untuk siswa SMK dikondisikan di sekolah.
Ihwan mencontohkan, di SMKN 1 Sikur, Lombok Timur kantin di sekolah dimanfaatkan siswa untuk berjualan secara bergiliran.
”Jadi masing-masing kelas memiliki jadwal untuk berjualan di kantin. Aktivitas ini secara langsung menanamkan mindset siswa berwirausaha,” jelasnya.
Dikatakan, menanamkan mindset berwirausaha bagi siswa harus dilakukan di sekolah sehingga nantinya terbiasa setelah lulus.
”Produk-produk yang akan dijajakan siswa dibuat dulu karya tulisnya, lalu dipraktikkan,” tuturnya.
Baca Juga: Polresta Mataram Berhasil Damaikan Direktur PT Tripat terkait Kasus Penganiayaan
Dia mencotohkan, pembuatan biskuit dari bahan kelor. Sejak duduk dibangku kelas X siswa mencoba memproduksi yang nantinya akan dikonsumsi dulu oleh teman-teman dan keluarga.
Baru dikelas XI siswa punya pengetahuan tentang biskuit sedangkan di kelas XII siswa sudah memiliki profil tentang pengalaman visinya membuat produk.
”Target kita membangun mindset, kalau action dilakukan dengan belajar. Baru saat kelas XII siswa memiliki pengetahuan yang cukup tentang berwirausaha,” urai Ihwan.
Sebelum membuat produk yang dijajakan sesuai kurikulum, terlebih dahulu siswa membuat literatur dan mempresentasikan.
”Untuk membangun mindset usaha ada mapel (mata pelajaran) kewirausahaan,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida