LombokPost-Siswa SMPN 6 Mataram berhasil masuk sepuluh besar pada Microgrant Competition yang diadakan Arus Akademi Malaysia.
”Kita mengirim dua tim, satu tim terdiri dari tiga siswa,” kata Defi Kamila, guru SMPN 6 Mataram, Senin (19/12).
Dijelaskan, pada lomba diadakan secara online pihaknya mengirim proposal ke Arus Akademi Malaysia.
”Proposal yang dikirim ini tentang bagaimana meningkatkan kemampuan literasi dan komunikasi,” ucapnya.
Untuk tim pertama terdiri Rhamdanur Rizky Raditia, Fahri Setio Wibowo, dan Fatan Maulana Suhari.
Tiga siswa ini membuat website mencegah berita hoaks. Sedangkan tim kedua yang terdiri dari Baiq Alika Amelia Putri, Alwi Syahrina Nanda Iswati, dan Alitia Dewi Heriyanti membuat buku dengan tema gizi seimbang.
Dia menyebutkan, dua tim dari Spena sebutan SMPN 6 Mataram masuk 30 besar Microgrant Competition.
”Kami dari Indonesia masuk 30 besar dua sekolah. Selain SMPN 6 Mataram, ada jenjang SMA di Makassar,” ujarnya.
Lomba ini berdasarkan jenjang usia dari 13-25 tahun. Bahkan di Malaysia kebanyakan yang ikut pada kompetisi ini dari perguruan tinggi.
Tim yang masuk 30 besar mendapat dana Rp 1,5 juta untuk merealisasikan proposal yang dibuat. ”Spena berhasil masuk 10 besar pada Microgrant Competition,” jelasnya.
Kepala SMPN 6 Mataram H Sibawaih mengatakan, apa yang diraih siswa pada Microgrant Competition tidak lepas dari pembinaan guru yang dilakukan di sekolah.
”Sebelum lomba guru intens melakukan pembinaan,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida