LombokPost--Politeknik Medica Farma Husada Mataram menginisiasi kerja sama antara perguruan tinggi swasta (PTS) yang tergabung dalam APTISI NTB dengan Universitas Managemen and Science (MSU) Malaysia.
Kolaborasi untuk menyelenggarakan seminar internasional sekaligus penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan memorandum of association (MoA) ini juga menggandeng anggota APTIMIRKI.
Acara digelar di Hotel Lombok Raya, Senin (26/2) dihadiri Pj Gubenur NTB Lalu Gita Ariadi, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan NTB, kepala BRIDA NTB, kepala LLDIKTI Wilayah 8 dan President MSU.
Total 23 PTS anggota APTIRMIKI se Indonesia dan 29 perguruan tinggi LLDIKTI Wilayah 8 melakukan penandatanganan MOU dan MOA dengan MSU.
Kepala LLDIKTI Wilayah 8 Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi dalam sambutannya merasa bangga dan mengapresiasi kehadiran Pj gubernur dan banyaknya perguruan tinggi yang hadir.
“Tak lupa pula, kami ingin secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Direktur Politeknik Medica Farma sebagai inisiator dalam upaya kolaborasi ini,” Gusti Lanang.
Dia menjelaskan, kolaborasi, sinergisitas, dan manajemen data memiliki peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Pak Direktur Politeknik Medica Farma Husada Mataram Dr Syamsuriansyah memainkan peran penting tercapainya ini semua kepada seluruh PTS di NTB. Namun yang paling penting kami berharap Kerjsama ini dapat mengacu kepada Indikator yg digunakan dalam sistem PEMUTU (pemantauan, evaluasi & penjaminan mutu PT/PS),” ujarnya.
Gusti Lanang yakin melalui kolaborasi yang erat dan sinergisitas yang kuat antara berbagai lembaga pendidikan tinggi dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan dan kemajuan pendidikan.
Manajemen data yang efektif juga menjadi fondasi yang memungkinkan semua pihak mengambil langkah-langkah strategis yang tepat guna meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan bagi generasi masa depan.
“Dengan semangat kerjasama yang tinggi, mari kita bersama-sama mewujudkan visi pendidikan yang lebih baik bagi bangsa dan negara. Terima kasih atas komitmen dan kontribusi semua pihak dalam mewujudkan cita-cita mulia ini,” imbuhnya.
Ketua APTISI NTB Dr. TGH. Lalu Abdul Muhyi Abidin menjelaskan bahwa paradigma dan visi perguruan tinggi harus selaras dengan perkembangan zaman.
“Salah satunya dengan kolaborasi internasional,” kata TGH Muhyi.
Dia menilai, kerja sama internasional membuka akses yang lebih luas dan akan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan multikultural.
Presiden MSU Malaysia Prof. DR. Mohd Shukri Ab. Yajid menyampaikan saat ini terjadi perubahan besar dalam lanskap pendidikan seluruh dunia.
“Ketika kita tidak secara bersama-sama menghadapi perubahan ini maka kita akan tertinggal jauh,” ucapnya.
Prof Shukri menyebut, pendidikan harus dimulai dengan good proses and good quality (proses yang baik dan kualitas yang baik).
Menurutnya, masa depan adalah tentang kolaborasi.
“Jika anda ingin maju, bukalah horisonnya untuk bekerja sama. Ini sebagai penanda possitioning sebuah perguruan tinggi," katanya.
Pj Gubernur Lalu Gita Ariadi dalam sambutanya secara khusus mempromosikan potensi wisata di NTB khususnya gelaran MotoGP April nanti.
Dia juga berharap kemitraan yang sudah dijalin ini bisa terus melaju untuk menyongsong generasi unggul.
“Saya, atas nama Pemprov NTB, jika tadi Presiden MSU menawarkan kami berkunjung ke kampus MSU Malaysia, maka kami juga ingin mengajak seluruh tamu undangan dari MSU untuk berlibur menikmati berbagai wisata yang dimiliki NTB, terutama dalam rangka gelaran MotoGP,” ujarnya.
MoU ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kerja sama antar lembaga pendidikan tinggi di NTB dengan lembaga pendidikan di Malaysia.
Melalui kolaborasi ini diharapkan akan terbuka peluang-peluang baru untuk pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya antara kedua negara.
Di sisi lain, kerja sama ini juga mencerminkan komitmen Politeknik Medica Farma Husada Mataram Mataram dalam memperluas jaringan kerjasama internasional serta meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah NTB.
“Dengan adanya MoU ini, diharapkan terjadi peningkatan sinergi dan pertukaran ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan tinggi di kedua negara,” kata Direktur Politeknik Medica Farma Husada Mataram Dr Syamsuriansyah.
Dia meyakini kolaborasi ini adalah langkah yang sangat positif dan inspiratif dalam memperkuat hubungan antar lembaga pendidikan.
“Dan semoga kerjasama ini dapat membawa manfaat yang besar bagi kemajuan pendidikan di NTB dan Malaysia,” ucapnya. (ksj)
Editor : Kimda Farida