LombokPost-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram meminta satuan pendidikan melakukan asesmen bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) pada penerimaan peserta didik baru (PPDB).
Sehingga siswa bisa melaksanakan pembelajaran sesuai kebutuhan.
“Ini kita lakukan agar tahu apa yang menjadi kebutuhan siswa itu sendiri,” kata Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf, belum lama ini.
Dijelaskan, asesmen dilakukan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan ABK.
Selain itu, dengan asesmen pihak sekolah bisa tahu apa yang menjadi kebutuhan anak.
“Kalau di sekolah tidak ada gurunya, kita akan arahkan ke SLB. Kita juga kerja sama dengan Dikbud NTB,” ujar pria yang juga menjabat ketua PGRI NTB ini.
Dia menyebutkan, sejumlah sekolah reguler, baik ditingkat SD maupun SMP menerapkan sekolah inklusi.
Bahkan sekolah reguler tidak boleh menolak ABK.
Namun yang menjadi persolannya kata dia, di sekolah reguler tidak semua memiliki sarana prasarana pembelajaran untuk ABK, baik itu sumber daya manusia (SDM) atau guru maupun fasilitas pembelajaran.
“Kalau tidak ada guru atau fasilitas penunjang lainnya akan diarahkan ke sekolah lain,” terangnya.
Dia menambahkan, sekolah reguler harus melakukan asesmen kepada ABK.
Karena pada PPDB secara online sekolah tidak tahu mana siswa ABK atau tidak.
“Di sekolah reguler sekarang ini banyak anak yang slow learner. Ini harus ada pembinaan khusus dari guru,” pungkasnya. (jay)
Editor : Kimda Farida