LombokPost--Lebaran Topat dirayakan para guru dan murid SDN 19 Cakranegara secara bersama-sama di sekolah, Sabtu (20/4).
Acara ini dalam rangka mengenalkan budaya Sasak kepada para peserta didik.
Ratusan murid mengenakan pakaian adat tumpah ruah pada kegiatan yang dipusatkan di halaman sekolah setempat.
Mereka membaur dalam kebersamaan pada upaya melestarikan budaya daerah.
Menikmati berbagai makanan tradisional seperti ketupat, pelecing, kue bantal, wajik, dan berbagai makanan lainnya.
”Kami ingin anak-anak bisa melestarikan budayanya,” kata Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini, Sabtu (20/4).
Lebaran Topat menjadi tradisi yang hinggi kini masih eksis di tengah masyarakat Lombok.
Lebaran Topat merupakan tradisi masyarakat Sasak yang dilaksanakan satu pekan setelah Hari Raya Idul Fitri.
Umumnya Lebaran Topat dirayakan oleh masyarakat Lombok diawali dengan roah atau berdoa di masjid.
Kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam penyebar agama Islam di Pulau Lombok dan diakhiri dengan makan ketupat bersama.
Diutarakan, pada Lebaran Topat di sekolah ini para murid berkumpul menikmati berbagai makanan tradisional.
”Ini akan membangun kebersamaan antar murid dan guru,” ujar Sri.
Selain itu, yang paling penting pada Lebaran Topat para murid bisa mengenal budayanya.
Selain menikmati berbagai makanan tradisional, murid bisa mempererat silaturahmi, baik antar teman sekolah, guru, maupun keluarga.
”Kita saja akan pulang kampung untuk mengunjungi keluarga pada Lebaran Topat,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida