LombokPost-SMPN 11 Mataram memanfaatkan permainan ular tangga sebagai media pembelajaran.
Hal ini diterapkan agar siswa tertarik dan senang belajar matematika.
Media pembelajaran menggunakan permainan ular tangga diberi nama Ultrasi (ular tangga numerasi).
Permainan ini dilakukan saat jam istirahat di berugak yang dibimbing Mahasiswa Kampus Mengajar Universitas Mataram Asryofani Bisalsabila.
”Ini salah satu cara agar siswa tertarik dan senang belajar Matematika,” tutur Salsabila.
Dijelaskan, cara bermain Ultrasi siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Lalu mereka memilih peran masing-masing.
Satu orang sebagai pion, dua orang sebagai pembaca soal, dan satu orang sebagai pemutar dadu. Sementara yang lainnya sebagai penjawab soal.
”Poin terbanyak diambil dari jawaban siswa benar atau tidak. Ketika giliran siswa akan mengambil kartu soal sesuai angka ganjil dan genap. Untuk pemenang kelompok yang cepat sampai finish dan memiliki skor tinggi dalam menjawab soal,” urainya.
Permainan ini juga bisa dimainkan berpasangan.
Setiap siswa secara bergantian akan melempar dadu dan melangkah sesuai jumlah angka dadu.
Setiap berhenti di kotak permainan sesuai angka dadu siswa akan mendapatkan suatu pertanyaan. Apabila siswa tidak bisa menjawab maka tidak bisa melanjutkan perjalanan hingga ke angka seratus.
”Jadi siswa merasa senang dengan permainan Ultrasi ini. Sambil bermain, mereka juga merasa tertantang dengan pertanyaan yang mereka dapatkan setiap melangkah di kotak permainan,” ucapnya.
Kepala SMPN 11 Mataram H Azizudin mengapresiasi mahasiswa kampus mengajar memanfaatkan waktu istirahat untuk bermain ular tangga numerasi.
”Pembelajaran matematika seperti ini menyenangkan bagi siswa,” kata Aziz.
Muhammad Tahrir, siswa SMPN 11 Mataram merasa senang dengan permainan ular tangga numerasi ini.
Ia merasa tertantang dengan pertanyaan didapatkan setiap melangkah maju di kotak permainan. ”Tertantang karena dapat melatih berpikir,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post