LombokPost-Dalam menerapkan kurikulum Merdeka Belajar dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), SMAN 3 Mataram menggelar karya P5 dengan tema anti bullying atau perundungan.
Kegiatan yang dirangkai dengan Sabtu Budaya bertujuan untuk menghentikan praktik perundungan di sekolah.
”Bullying ini harus kita cegah dengan membangun kebersamaan seperti kegiatan gotong royong. Minimal ini harus dilakukan guru dan pegawai,” kata Plt Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum, Sabtu (27/4) lalu.
Diutarakan, anti bullying merupakan tema kegiatan P5 terakhir. Bullying ini tidak hanya dilakukan secara lisan, namun juga melalui media sosial.
”Mengejek teman termasuk bullying,” ucap perempuan berjilbab ini.
Dikatakan, anti bullying di Smanti sebutan SMAN 3 Mataram dilakukan untuk memperbanyak poster atau pamflet yang isinya mencegah bullying. Dikatakan, pada kegiatan anti bullying pihaknya meminta anak mempresentasikan bullying yang dialami di sekolah.
Banyak siswa mengaku di-bully temannya dengan cara mengejek dan sebagainya.
”Ini yang akan kita minimalisir. Alhamdulillah, perundungan yang terjadi di sekolah tidak ada yang berlebihan,” kata Yuspita.
Dia akan melakukan sosialisasi untuk mencegah bullying. Baik itu secara mental maupun fisik.
”Kami tidak ingin ada lagi anak megejek fisik teman-temannya secara langsung,” tuturnya.
Yuspita ingin ada gerakan nyata mencegah perundungan di sekolah dengan cara menyisipkan anti bullying pada setiap mata pelajaran (mapel).
”Kalau dulu disisipkan di mapel PPKn dan PAI (Pendidikan Agama Islam) saja,” tuturnya.
Menurutnya, kebanyakan anak yang percaya dirinya tinggi yang membully teman-temannya yang pemalu atau pendiam.
”Anak yang percaya dirinya tinggi rentan membully teman-temannya,” terangnya.
Ditambahkan, harus ada kegiatan bersama antarsiswa untuk menumbuhkan persaudaraan. Seperti pentas seni dan berbagai kegiatan lainnya.
”Kami akan mewadahi untuk menumbukan persaudaraan antar siswa. Kalau kita sering kumpul pasti ada rasa sayang dan saling menghargai,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida