LombokPost-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB memiliki strategi agar pelepasan siswa-siswi SMA tidak ada yang konvoi yang membuat kemacetan dan kegaduhan.
Sesuai dengan surat edaran kepala Dinas Dikbud NTB kegiatan perpisahan SMA di setiap kabupaten/kota tidak dilakukan bersamaan.
”Kami bagi-bagi acara pelepasan siswa-siswi SMA di kabupaten/kota. Misalnya, Kota Mataram dan Kota Bima dilaksanakan hari Senin. Baru dilanjutkan kabupaten/kota lainnya dan seterusnya,” kata Kabid Pembinaan SMA Dikbud NTB Lalu Muhammad Hidlir.
Dijelaskan, acara perpisahan bagi siswa-siswi SMA sengaja dijadwalkan per kabupaten/kota guna memecah kemungkinan konsentrasi massa.
”Sudah ada surat edaran yang dilayangkan Dikbud NTB ke sekolah agar acara perpisahan tidak konvoi,” ucap Hidlir.
Ia tidak mempersoalkan jika acara perpisahan siswa kelas akhir dilaksanakan di sekolah. Seperti dilakukan SMAN 1 Mataram beberapa hari lalu.
”Kalau sekolah mengadakan perpisahan sah-sah saja jika acaranya di sekolah,” ucap dia.
Ia ingin menyerahkan siswa-siswi kelas akhir ke orang tuanya dengan baik-baik. Sebab, saat diterima di sekolah juga dilakukan baik-baik.
”Ini kadang belum pengumuman kelulusan sudah konvoi. Ini yang menjadi permasalahan,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida