LombokPost-Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2024 dengan tema Bergerak Bersama Lanjutkan Merdeka Belajar. Sesuai arahan Kemendikbudristek, tema ini menjadi pendorong semangat untuk melangkah maju bersama-sama dalam menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan jaman.
Di NTB, Peringatan Hardiknas Tahun 2024 diisi dengan berbagai pelaksanaan kegiatan, yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 17-19 Mei 2024.
Ini dilaksanakan dari kolaborasi UPT Kemendikbudristek, BPMP Provinsi NTB, BPG Provinsi NTB, dan Kantor Bahasa Provinsi NTB, tak ketinggalan dukungan dari Dinas Dikbud Provinsi NTB, dan dinas pendidikan 10 kabupaten dan kota se-NTB.
Dimulai dari tanggal 17 Mei, peringatan Hardiknas 2024 diisi dengan pameran kegiatan dan seminar atau bincang santai pendidikan.
Tanggal 18 Mei, ada pameran pendidikan, lomba menceritakan gambar, lomba stand up comedy, dan gebyar musik pelajar.
Terakhir, di tanggal 19 Mei yang menjadi puncak acara peringatan Hardikas 2024, diisi kembali dengan pameran pendidikan, senam bersama dan jalan sehat yang diikuti 2 ribu lebih peserta, hiburan pentas seni siswa, yang dirangkaikan dengan pentupan pengumuman pemenang lomba. Adapun kegiatan puncak peringatan ini berlangsung di Taman Budaya NTB.
Kepala BPMP Provinsi NTB Katman mengungkapkan berbagai kegiatan yang digelar selama tiga hari tersebut, bertujuan untuk melihat bagaimana selama ini satuan pendidikan mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar.
“Memang tidak banyak, tetapi apa yang kami hadirkan ini untuk melihat bagaimana esensi kebijakan ini diterapkan oleh sekolah-sekolah kita,” terangnya.
Misalnya untuk lomba menceritakan gambar. Ia mengungkapkan, murid PAUD dan SD memiliki potensi yang harus di asa dan dikembangkan, yaitu potensi kemampuan mengungkapkan pikiran atau berkomunikasi menggunakan Bahasa verbal. Dengannya, mereka diharapkan mampu mengeksplorasi minat, bakat, dan potensinya.
“Kami juga memfasilitasi, anak-anak yang memiliki kemampuan monolog, itu kita berikan panggung melalui lomba stand up comedy, kreativitas melalui gebyar musik dan penampilan seni budaya dari pelajar SMA kita,” ujarnya.
Tak kalah penting, di peringatan Hardiknas Tahun 2024 ini, ada pameran pendidikan yang dihelat selama tiga hari. Ini karena, di dalam stand pameran yang ditampilkan, menggambarkan capaian pembelajaran yang ada di sekolah.
Dari sini, BPMP Provinsi NTB melihat selama implementasi Merdeka Belajar, sudah sejauh mana inovasi yang dihadirkan oleh satuan pendidikan tersebut.
“Punya kebanggaan apa dengan sekolahnya, nah ini bisa dilihat melalui hasil pembelajaran muridnya, dari hasil-hasil inovasi guru dalam menghadirkan media pembelajaran yang menarik bagi peserta didiknya,” jelas Katman.
Selain sekolah, dinas pendidikan provinsi serta 10 kabupaten dan kota se-NTB juga turut menampilkan berbagai hasil pembinaan terhadap satuan pendidikan di daerahnya masing-masing.
Kemudian, stand pameran pendidikan dari tiga UPT Kemendikbudristek di daerah, yang juga secara khusus tampil di puncak peringatan Hardiknas 2024 di Taman Budaya NTB.
Dari Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi NTB, menampilkan hasil karya para guru penggerak. Kantor Bahasa Provinsi NTB menampilkan beragam buku yang dihasilkan dari berbagai komunitas literasi di Bumi Gora.
Sementara itu, BPMP Provinsi NTB menampilkan beragam layanan yang bisa diakses secara mudah dan cepat, oleh dinas pendidikan provinsi, kabupaten dan kota, serta satuan pendidikan.
“Di sisi lain, di peringatan Hardiknas ini, kami juga mengajak komunitas literasi, mereka juga menjadi bagian dari Merdeka Belajar ini,” terang Katman.
Dengan hadirnya beragam kegiatan tersebut, penting dimaknai bahwa Merdeka Belajar bukanlah usaha yang dapat dilakukan sendirian.
Bergerak Bersama mendorong hadirnya kolaborasi antara semua pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan, termasuk pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat secara luas.
“Karena Merdeka Belajar ini adalah sebuah pendekatan transformasi, cara-cara belajar siswa dan cara-cara guru mengajar, terlebih salah satu poin pentingnya, setiap murid atau individu dapat mengembangkan potensinya masing-masing,” jelasnya.
Melalui pendekatan pembelajaran yang semakin mengakomodir potensi dan bakat peserta didik, maka pola pembelajaran tersebut menunjukkan rangkaian metode yang menarik.
“Baik guru maupun siswa senang belajar, atau pun ketika belajar, mereka akan merasa senang, dengan begitu mereka akan mudah untuk menyerap pengetahuan, keterampilan, dan mudah beradaptasi dengan teknologi,” ujar Katman.
Pendidikan juga harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka penting bagi sekolah untuk terus berinovasi dalam menghadirkan media pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.
“Prinsip-prinsip ini sebenarnya, mau dibungkus dengan kebijakan apapun, selama di sekolah itu menggunakan pendekatan berbasis pada kepentingan dan kebutuhan siswa, maka proses pembelajarannya menjadi sangat menarik dan terus berkembang,” pungkasnya. (yun/adv)
Editor : Kimda Farida