LombokPost-Sebanyak 38 siswa SMPN 23 Mataram dinyatakan lulus tahun ini.
”Dari 38 yang lulus ini ada yang sudah menghafal lima juz,” kata Kepala SMPN 23 Mataram Achmad Jauhari, (10/6).
Pantauan koran ini, salah satu kegiatan perpisahan dilakukan sekolah yang lokasinya di Monjok ini berbeda dengan sekolah lainnya.
Tangis haru mewarnai aksi cuci kaki orang tua yang dilakukan sejumlah siswa berprestasi.
Tak sedikit dari siswa maupun orang tua, bahkan guru meneteskan air mata.
Usai proses siraman, siswa ini lantas memeluk orang tuanya untuk meminta maaf. Mereka juga memohon doa restu untuk menempuh pendidikan ke jenjang berikutnya.
Diutarakan, setiap tahun selalu ada siswa yang menghafal Alquran.
Ada yang tiga juz, ada juga yang lima juz.
”Semua lulusan melanjutkan ke SMA, SMK, dan juga ada yang ke MA,” tutur Jauhari.
Jikapun nantinya ada lulusan yang mengalami kendala atau tidak diterima di SMA sederajat yang diinginkan, pihak sekolah akan melakukan kordinasi.
”Kami ada kerja sama dengan SMA, SMK, dan MA ,” ucap Jauhari.
Dijelaskan, ada tiga program yang ditekankan kepada siswa selama menimba ilmu di sekolah. Pertama, pembentukan nilai karakter dan akhlak mulia.
Ditandai dengan program tahfiz yang menjadi program unggulan.
Kedua, program digitalisasi.
Siswa SMPN 23 Mataram harus melek IT, baik itu dilakukan saat pembelajaran maupun evaluasi seperti ulangan harian dan semester.
”Kami di sini ulangan harian menggunakan handphone,” terangnya.
Ketiga, pengembangan prestasi akademik dan nonakademik, khususnya dalam bidang olahraga. Bahkan sekolah yang dipimpinnya akan menjadi sekolah pusat olahraga.
”Atlet dari Kota Mataram dan NTB akan dipusatkan latihan di sini,” ucapnya.
Ia menambahkan, di SMPN 23 Mataram banyak cabang olahraga (cabor) yang menjadi ekstrakurikuler (ekskul). Seperti futsal, bulutangkis, hoki, dan cabor lainnya.
”Bahkan alumni kami ada yang ikut PON 2024 di Aceh dan Sumatera Utara untuk cabor hoki,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida