LombokPost - Alumni Pondok Pesantren Al Aziziyah, Lombok Barat, M Agnia Ul Ulum terpilih menjadi imam dan khatib di Uni Emirat Arab (UEA). Tahfidz berusia 23 tahun ini merupakan satu-satunya warga NTB yang lolos seluruh rangkaian tes.
Ulum terpilih bersama 28 orang dari berbagai propinsi di Indonesia. Dia berhasil melewati tes administrasi, tes online, hingga wawancara langsung.
Ulum menuturkan, awalnya dia mendengar informasi bahwa Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran calon imam dan khatib di UEA. Diapun ikut mendaftar. “Paman saya ngasih tahu kalau Kemenag buka pendaftaran calon imam, saya ikut. Saya sempat kaget ternyata jumlah pendaftar hampir 500 orang se Indonesia,” kata Ulum.
Ulum pun mengikuti wawancara tahap pertama dan kedua berupa tes online dan tes tulis tentang fiqh, tajwid, bahasa arab, moderenisasi beragama (wasatiyah). Ulum dinyatakan lolos ke tahapan terakhir, yakni tes wawancara langsung atau tes lisan oleh beberapa orang dewan juri yang berasal dari UEA. Di antaranya, tes kemampuan berbahasa arab, mendalami ilmu fiqh, pengetahuan moderenisasi agama, membaca kitab gundul, dan tes hafalan Alquran 30 juz. "Alhamdulillah saya berhasil melewati rangkaian tes tersebut,” kata dia.
Ulum mengaku tidak mengalami kesulitan saat wawancara langsung. Selain karena hafalannya, dia juga telah terbiasa berbicara bahasa arab. Karena sebelumnya dia pernah berkuliah dan mendapat beasiswa di International University of Africa, Khartoum, Sudan hingga semester 6.
Karena terjadi konflik di Sudan, dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia. “Saya di Sudan selama 3 tahun, namun karena adanya konflik saya meninggakan Sudan dan melanjutkan kuliah di STIT Al Aziziyah,” ujar dia.
Dari pengalaman tersebut dia berpesan kepada seluruh santri yang menggeluti bidang Alquran untuk tetap semangat dan terus belajar sehingga bisa mengikuti langkah dan karirnya.
Tak hanya itu, dia juga berterima kasih kepada pengasuh ponpes Al Aziziyah karena telah membimbingnya dalam menuntut ilmu sejak menjadi santri baru madrasah tsanawiyah pada tahun 2014 lalu.
“Alhamdulih saya senang bisa mewakili NTB sebagai Imam dan Khatib di UEA, terima kasih guru guru saya, terima kasih TGH Fathul Aziz Mustafa atas ilmu, doa dan dukungannya selama ini,” kata Ulum.
Program imam dan khatib di UEA ini merupakan program tahunan kementerian Agama yang dimulai sejak 2017 dan merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama Indonesia dan UEA. (r8)
Editor : Jelo Sangaji