Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Implementasi P5, MAN 3 Mataram Gelar Prosesi Pernikahan Adat Sasak

Kimda Farida • Rabu, 4 September 2024 | 10:12 WIB
LESTARIKAN ADAT: MAN 3 Mataram melaksanakan prosesi pernikahan adat Sasak melibatkan para siswa sebagai pemeran.
LESTARIKAN ADAT: MAN 3 Mataram melaksanakan prosesi pernikahan adat Sasak melibatkan para siswa sebagai pemeran.

LombokPost--Siswa kelas X dan XI MAN 3 Mataram melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema kearifan lokal.

Topik yang diangkat adalah prosesi pernikahan adat Sasak.

Diketahui, P5 merupakan proyek Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang dilaksanakan MAN 3 Mataram mulai tanggal 26-31 Agustus 2024.

Kegiatan tersebut dalam rangka menguatkan berbagai kompetensi dalam P5.

Koordinator P5 Istiharoh mengatakan, profil pelajar Pancasila merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan lingkungan sekitar proyek.

“Program ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan bakat dan minat yang tertuang dalam profil pelajar Pancasila bertujuan melatih kecerdasan mental dan intelektual secara berkelanjutan,” jelasnya.

Proyek dengan metode pembelajaran yang aktif dan berpusat pada siswa ini diharapkan memberikan pengalaman yang sangat berharga kepada seluruh siswa kelas X dan XI.

Ini juga bertujuan sebagai bekal mereka terjun ke masyarakat.

Dalam proyek ini, topik yang diangkat adalah prosesi pernikahan adat Sasak.

Hal tersebut merupakan suatu kearifan lokal yang sangat kental sekali dan akan diterapkan di kehidupan sehari hari di masyarakat sasak, khususnya Lombok Barat.

Pada prosesi pernikahan adat Sasak, banyak sekali tahapan-tahapan yang dilakukan, yaitu pertama kali dilakukan adat memaling atau mencuri.

Setelah itu, dilanjutkan dengan acara nyelabar atau memberitahukan kepada pihak perempuan bahwa anaknya sudah dibawa lari oleh si A untuk dinikahi.

Pada kesempatan ini, MAN 3 Mataram mengundang langsung kepala KUA Kecamatan Sekarbela untuk memberikan materi sekaligus membimbing siswa siswi memperoleh ilmu pengetahuan dalam hal pernikahan.

Prosesi ijab kabul seluruhnya diperankan para siswa mulai dari wali nikah, saksi nikah dan penghulu.

Tujuannya supaya siswa dan siswi memperoleh pengalaman dalam hal perkawinan. Setelah dilaksanakannya ijab kabul dilanjutkan dengan acara respsi perkawinan.

Kemudian dilanjutkan lagi dengan acara sorong serah atau serah terima pengantin yang dikuti acara nyongkolan ke rumah pengantin perempuan.

Pada tema ini diharapkan semua siswa dapat memahami makna-makna yang terkandung dalam setiap prosesi pernikahan adat Sasak. Sehingga dapat mereka aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pelaksanaan P5 dimulai dengan koordinasi antar koordinator, fasilitator dan tim P5. Siswa diberikan materi tentang prosesi pernikahan adat Sasak.

Kemudian mereka diberikan tugas untuk menentukan masing- masing peraga, yang sudah terpilih harus bertanggung jawab atas perannya.

Prosesi pernikahan adat Sasak dengan antusias dan partisipasi siwa yang sangat bersemangat dalam pelaksanaan P5 ini menjadikan proyek ini berjalan lancar.

Siswa diharapkan telah mengembangkan secara spesifik dimensi profil pelajar Pancasila yang rahmatallil’alamin sehingga menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Sementara Kepala MAN 3 Mataram Lalu Mufti Sadri berharap gelar karya projek penguatan profil pelajar Pancasila dapat memberikan improvisasi, eksplorasi dari segala ide dan gagasan kreativitas yang dibangun siswa.

Hal ini dalam mengembangkan minat bakat dan kemampuan peserta didik. (ida/*)

Editor : Kimda Farida
#MAN 3 Mataram