LombokPost--Musim kemarau berkepanjangan tahun ini terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk NTB.
Menyikapi hal tersebut, keluarga besar MAN Lombok Barat melaksanakan ikhtiar ubudiyah sebagai implementasi nilai keagamaan yakni, melaksanakan salat Istisqa berdasarkan anjuran Nabi Muhammad SAW.
”Kami berharap agar kemarau panjang yang memicu kekeringan, cuaca panas, krisis air bersih ini segera berakhir,” kata Kepala MAN Lobar H Abdul Azis Faradi, Jumat (18/10).
Dalam kesempatan tersebut bertindak sebagai imam dan khotib TGH Taufiqurrahman, seorang tenaga pendidik MAN Lobar.
Ia menyampaikan, salat istisqa juga menjadi sarana bertaubat atas segala kesalahan.
Sebagai manusia biasa, langkah ini juga mengajarkan berserah diri atas ketentuan yang telah ditetapkan Allah SWT.
Ia berharap dengan pelaksanaan salat istisqa ini bisa diberikan ampunan Allah SWT. Sehingga dengan ampunan itu akan mendapat curahan rahmat Allah SWT yang diwujudkan dengan turunnya hujan dalam waktu dekat.
”Mudah-mudahan Allah SWT memberikan yang terbaik untuk kita. Mari kita hidupkan sunnah Rasulullah dan perbanyak sedekah sehingga kita dijauhkan dari bencana,” ujar Taufiqurrahman.
Kepala MAN Lombok Barat H Abdul Azis Faradi melanjutkan, MAN Lobar salah satu madrasah yang pertama kali melaksanakan salat istisqa sebagai respon atas kemarau panjang.
Selain itu, ibadah ini dilaksanakan sebagai wujud dari implementasi Kurikulum Merdeka dengan mengenalkan ajaran-ajaran agama Islam yang langsung praktik.
Azis mengajak seluruh warga madrasah untuk terus berdoa agar cuaca panas, kekeringan, dan krisis air bersih yang melanda segera berakhir.
”Sebagai manusia biasa kita tentu memiliki keterbatasan. Oleh karena itu mari kita satukan niat kita untuk memohon ampunan ke hadirat Allah SWT agar semua bisa segera berakhir terutama kekeringan ini,” katanya.
Dikatakan, ini bagian dari ikhtiar batin sekaligus bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
”Memohon agar Allah menurunkan hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda. Amin,” harap Azis.
Seluruh siswa cukup antusias mengikuti kegiatan ini.
”Kami sangat senang mengikuti sholat istisqo ini. Karena ini ilmu baru yang kami praktikkan langsung,” kata Diki, siswa kelas X. (jay/r9/*)
Editor : Kimda Farida