LombokPost - Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Hamzanwadi menggelar Pelatihan Sistem Informasi Berbasis Geospasial bagi siswa SMKN 3 Selong. Kegiatan tersebut merupakan hibah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (DPRTM) Kemendikbudristek 2024 yang didapatkan tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi Geografi FISE Universitas Hamzanwadi.
“Jadi bentuk PKM yang kami berikan ini berupa pelatihan sistem informasi berbasis geospasial untuk siswa jurusan geomatika SMKN 3 Selong yang tujuannya untuk dapat menembus peluang pasar kerja multi bidang,” kata Ketua Tim PKM DRPTM Kemenristekdikti 2024 Prodi Geografi, FISE Universitas Hamzanwadi Baiq Ahda Razula Apriyeni pada Lomobok Post, Rabu (30/10).
Dijelaskan, informasi geospasial merupakan informasi berbasis keruangan dengan menunjukkan lokasi geografis, letak dan posisi objek di atas permukaan bumi yang dinyatakan dengan sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensi. Kata Ahda, saat ini pemanfaatan informasi geospasial semakin meluas dengan adanya perkembangan teknologi
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan sistem informasi geografis mulai banyak digunakan. Salah satunya dalam interpretasi landform, di mana tahap analisis data meliputi interpretasi landform dengan menjadikan nilai indeks posisi topografi, posisi lereng, bentuk lahan, sebagai indikator penciri dalam proses interpretasi.
Penggunaan lainnya juga untuk memetakan batas wilayah, memetakan daerah yang sulit terjangkau, menyusun strategi pengembangan wilayah, penentuan TPA dan masih banyak lagi pemanfaatan yang lainnya.
“Sistem informasi geografis merupakan sebuah alat yang sangat berguna dalam memetakan sebaran kelayakan potensi wisata di suatu kawasan, mengintegrasikan data spasial atau geografis dengan informasi terkait lainnya dalam satu platform untuk analisis yang lebih komprehensif,” terang Ahda.
Berdasarkan sejumlah persoalan yang ditemukan di SMKN 3 Selong, pelatihan khusus menjadi sangat relevan dalam konteks tersebut. Menurut Ahda, pelatihan sistem informasi berbasis geospasial tidak hanya relevan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja yang semakin kompleks, namun juga untuk meningkatkan daya saing siswa.
“Dengan penguasaan keterampilan ini, siswa dapat menembus peluang kerja diberbagai sektor. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa jurusan Geomatika di SMK Negeri 3 Selong mengenai sistem informasi berbasis geospasial,” terangnya.
Lebih jauh, Ahda menyampaikan jika pelatihan tersebut akan berdampak pada fokus pengabdian masyarakat yang diemban oleh dosen. Dosen yang terlibat dalam pelatihan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam memfasilitasi transfer pengetahuan dan keterampilan kepada siswa serta masyarakat setempat.
“Selain itu mereka juga dapat mengembangkan program pelatihan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Seperti pengembangan sistem informasi untuk pemetaan wilayah, pemantauan lingkungan, atau manajemen bencana,” paparnya.
Adapun metode pelatihan dilakukan dengan beberapa langkah kegiatan. Mulai dari metode pembelajaran aktif yang akan mendorong partisipasi aktif peserta dalam proses belajar. Diterangkan, pendekatan tersebut memberi kesempatan pada peserta untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam melalui interaksi langsung dengan materi.
Selanjutnya adalah motode demonstrasi dan praktek yang memungkinkan peserta untuk memperoleh keterampilan praktis dengan mengaplikasikan langsung materi yang mereka pelajari. Demonstrasi dan praktek akan dilanjutkan dengan pembelajaran berbasis proyek yang dapat membantu peserta untuk mengalami dan memahami konsep-konsep dalam konteks situasi dunia nyata.
Terakhir berupa evaluasi formatif yang dilakukan secara berkala selama pelatihan. Hal itu dilakukan untuk dapat memantau kemajuan peserta dan memberikan umpan balik yang konstruktif.
“Evaluasi dapat dilakukan melalui kuis, tugas, atau refleksi diri. Sehingga peserta dapat mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki dan instruktur dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran sesuai kebutuhan,” jelas Ahda.
Terakhir, Ahda menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat Kepala SMKN 3 Selong Ruslan, ST, M,Pd. Selain itu Ahda juga menyampaikan terima kasih pada Kemendikbudristek RI yang telah mempercayakan pihaknya dalam melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, tim PKM terdiri dari 2 orang dosen, yakni satu orang dosen Pariwisata Herman Supriadi dan satu orang dosen teknik M Adrian Juniarta Hidayat. Dalam kegiatan yang akan berlangsung selama satu tahun tersebut, tim juga terdiri dari 2 orang Mahasiswa Universitas Hamzanwadi yakni M Adnan Hidayat dan Liana.
“Untuk Mahasiwa yang dilibatkan dalam program ini mendapatkan manfaat pengalaman lapangan. Keterlibatannya juga akan direkognisi ke mata kuliah untuk minimal 6 SKS,” pungkasnya. (tih)
Editor : Jelo Sangaji