LombokPost-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram beranji akan memprioritaskan rehabilitasi bagi sekolah yang terdampak banjir.
Mereka akan mendapat bantuan fisik dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ataupun Dana Alokasi Umum (DAU) tahun depan.
”Ini menjadi prioritas kita,” kata Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kota Mataram Syarafudin, Kamis (12/12).
Adapun sejumlah sekolah yang sempat terendam banjir adalah SDN 3 Ampenan, SDN 32 Ampenan, SDN 26 Cakranegara, SDN 45 Ampenan, dan SMPN 19 Mataram.
”Kalau SDN 26 Cakranegara dan SDN 32 Ampenan sudah dapat bantuan rehab tahun ini,” ucap Syaraf.
Ia membeberkan, ketika musim hujan SDN 32 Ampenan dulunya menjadi langganan banjir. Bahkan air masuk ke dalam kelas.
Namun tahun ini air hujan tidak lagi masuk ke ruang kelas karena pondasinya sudah ditinggikan.
”Air di saluran depan gerbang sekolah meluber dan masuk ke halaman. Tidak sampai ke ruang kelas,” ujar Syaraf.
Sedangkan banjir yang terjadi di SDN 3 Ampenan dan SDN 26 Cakranegara akibat luapan air sungai yang ada di sebelah sekolah.
Air sungai yang ada di sebelah selatan SDN 3 Ampenan tidak mampu menampung debit air sehingga masuk ke halaman dan ruang kelas.
”Ruang kelas yang rendah ini akan kita tinggikan,” ujarnya.
Ia langsung turun ke sejumlah sekolah yang terendam banjir akibat intensitas hujan tinggi pada Selasa (10/12) lalu.
Sebagian besar banjir terjadi akibat luapan air sungai yang berada di dekat sekolah.
”Ketika ada banjir kami minta siswa diliburkan,” ucapnya.
Karena jika murid masuk dengan kondisi sekolah banjir dikhawatirkan anak akan sakit.
”Yang namanya anak-anak pasti main air dan perosotan jika lihat air di kelas. Jadi kami minta sekolah meliburkan muridnya,” urainya.
Tahun depan sekolah yang terendam banjir akan ditinggikan pondasinya. Seperti yang kini dilakukan di SDN 32 Ampenan.
”Sebelum ditinggikan pondasi di SDN 32 Ampenan air masuk ke dalam kelas,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala SDN 3 Ampenan Hj Baiq Ratna Wahyuningsih mengatakan, murid sudah mulai masuk dan mengikuti penilaian akhir semeter (PAS).
”Alhamdulillah, sekarang anak-anak melanjutkan ujian,” tutur Ratna.
Ia membeberkan, banjir yang terjadi di sekolah yang lokasinya di Jalan Raden Mas Panji Anom, Pagutan karena luapan air sungai yang ada di sebelah selatan sekolah.
”Air ini masuk kedalam ruang kelas yang lebih rendah dari halaman sekolah. Ada dua ruang kelas yang terendam,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida