LombokPost-Musim hujan membuat SMPN 19 Mataram merasa cemas.
Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi Selasa (10/12) lalu membuat sekolah yang lokasinya di Jalan dr Soedjono, Lingkar Selatan tergenang.
Hal itu mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
”Terpaksa siswa dan guru buka sepatu ke sekolah karena halaman sekolah tergenang,” kata Kepala SMPN 19 Mataram H Nasruddin, Rabu (11/12).
Diutarakan, genangan yang terjadi pada hari kedua ujian semester ganjil atau gasal Selasa (10/12) lalu membuat pihaknya harus memangkas waktu ujian.
Semestinya siswa melaksanakan ujian hingga pukul 12.00 Wita dipangkas menjadi pukul 11.00 Wita.
”Jam istirahat yang kita kurangi,” cetusnya.
Ia menceritakan, genangan yang tingginya di atas lutut orang dewasa akibat kiriman dari sebelah timur sekolah.
”Air tidak masuk ke dalam kelas,” ujar Nas, sapaan karibnya.
Kini, setiap hujan pihaknya mulai cemas. Karena jika hujan dengan intensitas tinggi lebih lama lagi air akan masuk ke ruang kelas.
Meski sekolah tergenang kata Nas, pihaknya tetap melanjutkan ujian semester.
Sebab, jika ditunda dikhawatirkan kondisinya akan sama saja.
”Kita mau liburkan siswanya ntar kondisi sekolah juga akan seperti ini lagi. Jadi, kita minta ujian tetap jalan meski siswa di sekolah harus buka sepatu,” urai Nas.
Dikatakan, tim Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram juga sudah turun melihat kondisi sekolah.
Sehingga beberapa ruangan akan ditinggikan untuk mencegah terjadinya air masuk ketika hujan dengan intensitas tinggi.
”Ada satu ruangan yang rendah dan akan ditinggikan pondasinya tahun depan,” tuturnya.
Selain itu, akan ada perbaikan saluran di sekolah agar tidak kesumbat sampah. Ia meminta juga ke dinas untuk bantuan perbaikan atap.
Karena hanya SMPN 19 Mataram yang atapnya masih menggunakan genteng tanah liat, sementara sekolah lainnya sudah menggunakan atap dengan rangka baja.
”Kayu atap dan plafon banyak yang lapuk. Kami ingin siswa merasa nyaman di kelas,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida