Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Universitas Hamzanwadi Gelar Wisuda IX dan  Sudah Punya Guru Besar

nur cahaya • Minggu, 22 Desember 2024 | 16:20 WIB

 

RAIH PENGHARGAAN: Wakil Rektor I Universitas Hamzanwadi Dr Abdullah Muzakkar (dua dari kiri) menerima piagam penghargaan dari Ketua L2DIKTI Wilayah VIII Dr Ir I Gusti Lanang Bagus Eratodi di Bali.
RAIH PENGHARGAAN: Wakil Rektor I Universitas Hamzanwadi Dr Abdullah Muzakkar (dua dari kiri) menerima piagam penghargaan dari Ketua L2DIKTI Wilayah VIII Dr Ir I Gusti Lanang Bagus Eratodi di Bali.
 

 Visi ‘Berdaya Saing Global dan Berbasis Budaya Santri’ memiliki makna yang sangat mendalam dan relevansi yang sangat penting bagi Universitas Hamzanwadi. Untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing, Universitas Hamzanwadi secara konsisten melakukan peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Ikhtiar tersebut menempatkannya menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di NTB. Semangat tersebut tertuang dalam tiga hal utama yang ditekankan untuk wisudawan-wisudawati IX tahun 2024. Terus belajar dan beradaptasi, menjaga integritas dan etika, dan berkontribusi untuk masyarakat. 

---------

Sabtu (21/12), Universitas Hamzanwadi menggelar Wisuda IX di GOR Universitas Hamzanwadi, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Wisuda IX ini diikuti 1.162 wisudawan-wisudawati dari 6 fakultas, 24 program studi, sarjana dan pascasarjana. 

Rektor Universitas Hamzanwadi Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan rasa syukur dan bangga pada seluruh wisudawan-wisudawati IX tahun 2024. Ucapan tersebut juga ia sampaikan pada seluruh orang tua para sarjana yang telah mempercayakan putra-putrinya mengenyam pendidikan perguruan tinggi di Universitas Hamzanwandi.

“Saya ingin menyampaikan untuk semua wisudawan-wisudawati, bahwa ini bukanlah akhir dari proses mereka, namun justru inilah tahapan awal menghadapi tantangan yang lebih besar,” kata Umi Rohmi pada Lombok Post, Jumat (20/12).

Sebagai lulusan Universitas Hamzanwadi, Umi Rohmi menekankan tiga hal utama yang mesti diamalkan oleh wisudawan-wisudawati. Pertama adalah terus belajar dan beradaptasi.

Kata dia, dunia terus berubah. Perubahan tersebut sangat cepat. Sebagai seorang santri yang berdaya saing global, lulusan Universitas Hamzanwadi harus terus mau belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Peluang untuk mengembangkan diri ada di mana-mana. Tidak hanya karena sarjana pendidikan terus semuanya harus menjadi guru. Peluang sangat terbuka untuk menekuni bidang-bidang lainnya. Bahkan juga untuk menciptakan lapangan pekerjaan di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Pesan kedua, nama baik institusi dan masyarakat di sekitar wisudawan-wisudawati juga harus dapat dijaga. Integritas dan adab merupakan modal utama dalam meraih kesuksesan sejati.

“Nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, dan keadilan sebagai dasar dari setiap langkah hidup harus dapat dijaga,” pintanya.

Terakhir, ia berharap para wisudawan-wisudawati memahami jika dunia hari ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya pintar, namun juga memiliki kepedulian. Seorang sarjana memiliki kewajiban untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Ilmu dan keterampilan yang telah didapatkan sebaiknya mampu digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia dan membangun peradaban yang lebih baik,” jelasnya.

Sembilan Tahun dengan Segudang Prestasi

Wisuda IX tahun 2024 Universitas Hamzanwadi disambut dengan sederet capaian keberhasilan kampus dalam mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Raihan prestasi tersebut diraih mahasiswa dan para dosen di sepanjang tahun 2024 ini.

Alhamdulillah, sebagai rektor saya cukup puas. Ini pencapaian terbaik. Progresnya sangat baik sampai perjalanan sembilan tahun ini. Universitas Hamzanwadi sudah bisa mengukuhkan dirinya sebagai universitas terbaik di NTB,” kata Umi Rohmi.

      Kendati demikian, capaian yang diraih baik skala nasional maupun internasional dinilai mesti terus dapat ditingkatkan. Menurutnya predikat sebagai kampus swasta terbaik di NTB haruslah menjadi pemicu untuk terus menjadi yang terbaik.  

“Bandingannya tidak hanya berbicara NTB, tapi kita bicara Indonesia dan dunia. Dengan tim yang ada, ke depan pencapain-pencapaian saat ini kita harapkan dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.  

 Baca Juga: Sudah Bisa Tidur Nyenyak, KDD NTB Sebut Agus Tak Butuh Pendampingan Psikolog

Borong Penghargaan LLDIKTI

Universitas Hamzanwadi memborong penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII Denpasar. Kado akhir tahun tersebut berupa lima penghargaan yang mencakupi tiga indikator kinerja utama perguruan tinggi berupa penelitian dan pengabdian, SDM, dan Sarana dan prasarana.

Wakil Rektor I Universitas Hamzanwadi Dr Abdullah Muzakkar menerangkan total ada lima penghargaan yang diterima pada 16 Desember 2024 di Denpasar, Bali. Lima penghargaan tersebut terdiri dari penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Swasta dengan Perolehan Lektor Kepala Terbanyak Masa Transisi Tahun 2024, Perguruan Tinggi Swasta dengan Pendanaan Hibah Penelitian Fundamental Reguler Terbanyak, dan Perguruan Tinggi Swasta dengan Pencapaian Guru Besar Tahun 2024.

Selanjutnya penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Swasta dengan Partisipasi Terbanyak II dalam Program Kampus Mengajar Angkatan 7 tahun 2024, dan terakhir sebagai Perguruan Tinggi Paling Berkontribusi dalam Memfasilitasi Sarana dan Prasarana untuk Menunjang Kegiatan Kemendikbudristek dan LLDIKTI Wilayah VIII Tahun 2024.

Alhamdulillah. Pencapaian prestasi ini sebagai indikator Universitas Hamzanwadi dalam menjadi kampus yang terus mengedepankan pengembangan kualitas berkelanjutan, baik dari segi SDM, jabatan fungsional dosen, kinerja penelitian dan pengabdian, dan kinerja sarana dan prasarananya,” kata Muzakkar.

Penghargaan yang diterima tersebut diharapkan dapat menjadi tolak ukur baru bagi upaya Universitas Hamzanwadi sebagai kampus yang unggul dan bersaya saing.

“Apresiasi ini tentunya menjadi tolak ukur untuk kita ke depan. Paling tidak kita bisa berupaya mempertahankannya, kemudian terus berupaya dalam melakukan perbaikan kualitas berkelanjutan. Karena itu menjadi hal yang mutlak dan harus dilakukan di tengah kian kompetitifnya layanan pendidikan perguruan tinggi saat ini,” jelasnya.

      Eksistensi Universitas Hamzanwadi juga tak hanya di kancah regional, namun diharapkan dapat berpacu dengan kampus-kampus lainnya di dalam negeri, atau bahkan di kancah internasional.

      “Sekalipun kita berada di wilayah Indonesia Timur, kita terus berupaya untuk bisa eksis dan kompetitif dengan perguruan tinggi manapun,” ujar Muzakkar.

Sementara itu Wakil Rektor Bagian Kepegawaian, Keuangan, dan Umum Universitas Hamzanwadi Hj Dukha Yunitasari mengucapkan syukur atas prestasi yang diraih tersebut. Ia juga berterima kasih pada LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar atas penghargaan yang diberikan dalam ajang LLDIKTI8 Award pada 16 Desember 2024.

Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Penghargaan ini untuk kita semua. Terima kasih untuk seluruh civitas akademika yang telah bekerja keras, memberikan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan di Lombok Timur khususnya, NTB dan Indonesia pada umumnya,” kata Hj Dukha.

Ia menerangkan, salah satu kebanggaan bagi Universitas Hamzanwadi tahun ini adalah meraih penghargaan sebagai perguruan tinggi swasta dengan perolehan Lektor Kepala terbanyak masa transisi tahun 2024.

“Saat ini kita sudah memiliki guru besar yakni Prof. Dr. H. Khirjan Nahdi, M.Hum. Selanjutnya ada 15 Lektor Kepala yang dalam dua tahun sudah eligible menjadi Guru Besar atau Profesor,” terangnya.

Adapun 15 Lektor Kepala Universitas Hamzanwadi tersebut adalah Dr. Baiq Fatmawati, M.Pd; ⁠⁠Dr. H. Mohzana, M.Pd; ⁠⁠Dr. Muhammad Fahrurozi, MM; Dr. Hary Murcahyanto, M.Hum; ⁠⁠Dr. L. Fakihuddin, M.Pd; ⁠⁠Dr. H. Edy Waluyo, M.Pd; ⁠Dr. Sri Supiyati, M.Pd.Si; Dr. L. Muhammad Fauzi, M.Pd.Si; ⁠⁠Dr. Ridwan, M.Pd; Dr. Abdullah Muzakkar, M.Si; ⁠Dr. Hj. Nuraini, M.Pd; Dr. Muhamad Ali, M.Si; ⁠Dr. Muhammad Khairul Wazni, M.Pd; ⁠⁠Dr. Marhamah, M.Pd; dan ⁠⁠Dr. Syahrudin Amin, M.Pd.Si. (tih/r5)

Editor : Redaksi Lombok Post
#belajar #universitas #global #penghargaan #Beradaptasi #wisuda #Berdaya Saing