LombokPost-Pembagian rapor bukan hanya sekadar kegiatan administratif.
Tetapi juga menjadi momen penting bagi peserta didik, orang tua, dan pihak sekolah untuk melihat sejauh mana pencapaian akademik yang telah diraih.
Pada pembagian rapor di SMPN 11 Mataram orang tua diminta mengisi instrumen untuk mengevaluasi perkembangan akademik anak-anak mereka. Seperti pendampingan apa yang sudah orang tua lakukan di rumah.
Apakah anak menunjukkan perkembangan dalam nilai spritual. Khususnya terkait dengan pelajaran agama dan pembiasaan kegiatan iman dan takwa diterapkan di sekolah.
Selain itu, harapan orang tua pada semester mendatang juga diuraikan.
Kepala SMPN 11 Mataram H Azizudin mengatakan, refleksi dilakukan dalam proses belajar mengajar dalam bentuk penilaian tertulis dan lisan oleh sekolah kepada orang tua murid.
Ini untuk memberikan kesan konstruktif, pesan, harapan, dan kritik terhadap proses pembelajaran selama satu semester.
Tujuannya, untuk melihat respons siswa dan orang tua terhadap pembelajaran.
”Dengan seperti ini kami juga tahu apa yang menjadi kelemahan dan kekurangan dalam pembelajaran. Apa yang menjadi kemauan orang tua juga bisa kami terapkan di sekolah,” ujar Azis.
Ardes Hardian, wali murid menuturkan, perkembangan terkait pemahaman pembelajaran dilakukan anaknya sudah cukup baik.
Ia kerap meluangkan waktu mendampingi anaknya dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru.
”Kegiatan Imtaq di sekolah berdampak baik kepada anak di rumah,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida