Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SDN 19 Cakranegara Olah Sampah Organik Sekolah Jadi Pupuk

Ali Rojai • Senin, 6 Januari 2025 | 16:10 WIB

 

OLAH SAMPAH: Guru SDN 19 Cakranegara membuang daun perampingan pohon ke lubang untuk diolah menjadi pupuk kompos di sekolah setempat, Sabtu (4/1).
OLAH SAMPAH: Guru SDN 19 Cakranegara membuang daun perampingan pohon ke lubang untuk diolah menjadi pupuk kompos di sekolah setempat, Sabtu (4/1).
 

LombokPost-Pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dilakukan SDN 19 Cakranegara.

Sampah dedaunan dan sisa makanan dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.

“Kalau sampah anorganik kita jual ke bank sampah,” kata Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini, pekan lalu.

Sekolah yang lokasinya di Jalan Sapta Marga, Cakranegara membuat lubang laiknya sumur dengan kedalaman tiga meter di beberapa titik.

Sampah dedaunan dan sisa makanan dihasilkan sekolah dimasukkan ke dalam lubang tersebut.

Pantauan koran ini, Sabtu (4/1) lalu keluarga besar SDN 19 Cakranegara gotong royong merampingkan pohon di sekolah setempat.

Daun dari pohon tidak dibuang, melainkan dimasukkan kedalam lubang yang sudah disiapkan untuk diolah menjadi pupuk kompos.

“Jadi kita tidak perlu menyewa kaesar (roda tiga) untuk membuang daun dan ranting pohon yang dirampingkan,” ucap Sri.

Diuraikan, pengelolaan sampah dilakukan sejak tahun lalu.

Sampah organik yang dihasilkan di sekolah seperti sisa makanan dari kantin dan dedaunan dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat di beberapa titik.

Tak hanya itu, ia juga membuat biopori di halaman menggunakan pipa PVC untuk mengantisipasi terjadinya genangan saat musim hujan.

“Sampah organik yang kita masukkan ke dalam lubang difermentasi menjadi pupuk kompos,” jelasnya.

Ia mengatakan, sebagian besar sekolah menghasilkan sampah yang cukup banyak.

Oleh sebab itu, ia berinisiatif untuk mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat.

“Sampah plastik kita kerja sama dengan bank sampah untuk dijual,” terangnya.

Hasil penjualan sampah dimanfaatkan untuk membeli air galon di setiap kelas.

“Pupuk kompos belum kita pasarkan keluar, kita manfaatkan untuk di sekolah dulu untuk menyuburkan apotik dan dapur hidup,” tuturnya.

Pengolahan sampah menjadi pupuk dan barang bernilai akan membentuk karakter murid untuk menjaga lingkungan.

Apalagi sekarang ini sampah kerap menjadi pemicu banjir dan genangan karena dibuang ke kali atau sungai.

“Kami ingin murid bisa menjaga lingkungan dengan memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai,” pungkasnya. (jay/r9)  

Editor : Kimda Farida
#sampah #biopori #kantin #dedaunan #organik #Pengolahan #pupuk #Gotong Royong #makanan #kompos