LombokPost-Ratusan siswa MAN 2 Mataram mengikuti pembinaan olimpiade di madrasah setempat. Ratusan siswa yang terbagi dalam sepuluh bidang dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Kompetisi Sains Madrasah (KSM), dan berbagai lomba akademik lainnya. “Mereka (siswa) diberikan pembinaan oleh Tim Olimpiade MAN 2 Mataram,” kata Kepala MAN 2 Mataram H Lalu Syauki, Selasa (7/1) lalu.
Diutarakan, siswa yang ikut dalam pembinaan olimpiade sains merupakan orang pilihan. Dari hasil seleksi, diambil sepuluh siswa di masing-masing bidang. Seperti bidang matematika sepuluh siswa, bidang astronomi sepuluh siswa, bidang informatika sepuluh siswa, dan berbagai bidang lainnya yang dilombakan pada OSN dan KSM. “Masing-masing bidang sepuluh siswa,” tegas Syauki.
Pembinaan olimpiade di madrasah dilakukan terjadwal. Tiga kali dalam sepekan yang pembinanya tidak hanya dari guru, melainkan juga dari luar. “Kalau ada lomba biasanya pembinaan diintensifkan,” tutur Syauki.
Bahkan lanjut dia, siswa akan dikarantina jika ada lomba OSN atau KSM tingkat nasional. Ketika ada lomba bidang akademik pihaknya tinggal mendaftarkan siswa yang ikut dalam pembinaan olimpiade. Bahkan, sebelum lomba siswa ini akan diberikan pembinaan intensif untuk mempersiapkan lomba di luar pembinaan yang sudah terjadwal.
“Pada pembinaan ini akan ketahuan kemampuan siswa dibidangnya masing-masing. Begitu ada lomba tinggal copot siswa yang akan ikut,” jelasnya.
Tahun lalu 13 siswa MAN 2 Mataram melaju ke OSN tingkat NTB. Keberhasilan ini tidak lepas dari pembinaan dilakukan tim olimpiade MAN 2 Mataram. “Mudah-mudahan tahun ini kita meraih medali pada ajang KSM dan OSN tingkat nasional,” harapnya.
Waka Kesiswaan MAN 2 Mataram Hj Meci Karimah Kasipahu mengatakan, siswa yang tergabung dalam pembinaan olimpiade ini orang pilihan. Sebelum terpilih mengikuti pembinaan, terlebih dahulu mereka (siswa) diseleksi pihak madrasah. Sehingga diambil sepuluh siswa dalam setiap bidang. “Pembinaan dilakukan diluar jam belajar mengajar yang dibiayai dana BOS (Biaya Operasional Sekolah),” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post