LombokPost-PT Trakindo memberikan pelatihan peningkatan kompetensi kepada guru SDN 46 Cakranegara.
Pelatihan mengusung tema ‘Gerakan Transformasi Edukasi Generasi Trakindo’ dilaksanakan selama dua hari.
Kegiatan ini sekaligus untuk mendukung gerakan sekolah sehat mental.
Kegiatan ini dibuka Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Naufal Aldian di SDN 46 Cakranegara.
Turut hadir pihak Trakindo Miwahyudi, sejumlah kepala SD, dan semua guru SDN 46 Cakranegara.
Kepala SDN 46 Cakranegara Baiq Devy Paramitha mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya pengembangan sekolah sehat mental demi mendukung gerakan sekolah sehat.
“Kami berharap nanti murid SDN 46 Cakranegara ini sehat mentalnya dan sekolahnya sehat,” harap Devy, sapaan karibnya.
Ia menjelaskan, materi pelatihan yang diberikan salah satunya terkait pencegahan bullying atau perunndungan di sekolah.
Apalagi di media sosial (medsos) sekarang ini banyak tindakan perundungan bisa dilihat anak-anak.
“Jadi kami ingin kasus-kasus perundungan yang ada di sekolah tidak ada lagi,” ujarnya.
Pelatihan ini tidak hanya melibatkan para guru, namun juga wali murid SDN 46 Cakranegara akan mendapatkan pelatihan bagaimana mencegah bullying di lingkungan tempat tinggal.
“Sekolah sehat mental ini nanti juga ada produknya,” ucapnya.
Baca Juga: Menteri Hukum Tegaskan Buronan KPK Paulus Tannos Masih Berkewarganegaraan Indonesia
Ia berharap gerakan sekolah sehat mental bisa meminimalisir atau mencegah terjadinya bullying yang mengakibatkan anak depresi.
Menurutnya, dalam mewujudkan gerakan sekolah sekolah sehat mental pihaknya tidak bisa sendiri.
Namun membutuhkan kolaborasi dari pihak lain seperti RS Mutiara Sukma, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), dan pihak lainnya.
“Kami akan kordinasi dengan berbagai pihak bagaimana mengatasi anak-anak yang trauma akibat perundungan ini,” pungkasnya.
Miwahyudi, pihak Trakindo menambahkan, gerakan sekolah sehat mental mengajak guru melakukan riset karena ini berkaitan dengan sains.
Proses pembelajaran tidak melulu fokus pada hasil atau produk, namun juga pada proses. (jay/r2)
Editor : Kimda Farida