Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SDN 33 Mataram Tingkatkan Ketakwaan Siswa Melalui Peringatan Isra Mi’raj

Ali Rojai • Minggu, 2 Februari 2025 | 19:10 WIB

 

TINGKATKAN KETAKWAAN : Murid SDN 33 Mataram memperingati Isra Mi’raj di halaman sekolah setempat, Jumat (31/1).
TINGKATKAN KETAKWAAN : Murid SDN 33 Mataram memperingati Isra Mi’raj di halaman sekolah setempat, Jumat (31/1).

LombokPost-SDN 33 Mataram menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di halaman sekolah, Jumat (31/1). Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kepala SDN 33 Mataram Samsul Huda mengulas pelajaran yang bisa diambil dari peringatan hari besar Islam Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. “Melalui peringatan Isra Miraj ini kita bisa lebih memperhatikan sholat kita, apa sudah disiplinkah kita dalam mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Huda.

Menurutnya, Isra Miraj  bukan sekadar peristiwa biasa, namun didalamnya terdapat makna yang mendalam bagaimana kesungguhan dalam penghambaan kepada Allah SWT. “Kegiatan ini merupakan bagian dari jalan kita untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” jelasnya.

Ia berharap usai penyampaian uraian hikmah Isra Miraj ini, keluarga besar SDN 33 Mataram mampu lebih fokus memperbaiki diri untuk lebih baik lagi di masa-masa yang akan datang.

Guru Pendidikan Agama Islam SDN 33 Mataram Supardi mengajak semua murid dan guru untuk senantiasa beriman kepada Allah dengan sungguh-sungguh.

”Tanda seseorang itu beriman kepada Allah adalah ketika ia senantiasa menegakkan salat lima waktu, itulah hakikat dari perayaan Isra Miraj yang kita peringati hari ini (Kemarin,Red),” Supardi.

Peristiwa Isra Miraj kata Supardi, bukanlah peristiwa biasa, melainkan peristiwa yang luar biasa membutuhkan keimanan untuk mempercayainya.

“Jika tidak ada iman dalam diri kita niscaya kita tidak akan percaya terhadap peristiwa Isra Miraj sebab tidak mampu dipikirkan oleh nalar manusia,” tuturnya.

Oleh karena itu lanjutnya, peristiwa ini merupakan inti dari ajaran Islam karena bukan hanya menerima perintah salat lima waktu. Namun juga menunjukkan kekuasaan Allah SWT yang tidak bisa dijangkau oleh akal manusia kecuali dengan keimanan. “Maka tegakkanlah sholat lima waktu karena sholat adalah tiang agama,” pungkasnya. (jay/r2)

Editor : Rury Anjas Andita
#perayaan #peristiwa #keimanan #SDN #pelajaran #Mataram #peringatan #fokus