“Dua kepala SMP negeri Kota Metro melihat langsung program di sekolah,” kata Kepala SMPN 17 Mataram Hartati Panca Mardikawati, (6/2/25) kemarin.
Diutarakan, puluhan kepala sekolah dan guru Lingkup Pemerintah Kota Metro, Lampung magang dibeberapa sekolah di NTB. Ada sepuluh kepala sekolah (kasek) dan guru yang magang menyebar di sekolah ibu kota NTB, salah satunya di SMPN 17 Mataram.
Tatik, sapaan karibnya menuturkan, program unggulan di sekolah akan diadopsi kasek dan guru di Kota Metro. Seperti penanganan khusus bagi siswa inklusi, memanfaatkan sampah plastik menjadi batako, dan sejumlah program lainnya.
Para kasek dan guru dari Kota Metro berada empat hari di sekolah mulai 3 sampai 7 Februari. Tak hanya praktik baik ditularkan di sekolah, namun juga manajemen kepemimpinan dan program sekolah.
Seperti program kesiswaan, humas, dan sarana prasarana yang menurut mereka cukp bagus akan diadopsi.
“Kami juga ada MoU (Memorandum of Understanding) dengan sekolah di Kota Metro,” ucapnya.
Dikatakan, hubungan antara sekolah Kota Metro dengan Spentubels sebutan SMPN 17 Mataram tidak hanya sampai magang ini saja. Namun jalinan komunikasi akan terus berlanjut untuk memajukan sekolah.
“Kami akan terus berinteraksi dengan kepala sekolah di Kota Metro untuk memajukan sekolah,” terang Tatik.
Nantinya praktik baik yang akan dibawa kasek magang ini terkait penanganan siswa inklusi dengan pembimbingan dan intervensi khusus. Selain itu, program humas podcast sekolah dan pengolahan sampah plastik menjadi batako.
Waka Humas SMPN 17 Mataram H Saipudin Zohri menambahkan, kedatangan kasek dan guru dari Kota Metro, Lampung untuk magang. Mereka datang untuk melihat langsung program di sekolah. “Apa yang menurut mereka baik diadopsi,” pungkasnya. (jay/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post