LombokPost-Musala SMPN 19 Mataram tidak hanya dimanfaatkan warga sekolah, tetapi juga masyarakat. “Pintu gerbang utama tidak kita gembok, kalau ada warga yang mau sholat silakan,” kata Kepala SMPN 10 Mataram H Chamim Tohari.
Diutarakan, pembangunan musala Baitul Ilmi Spenten sebutan SMPN 10 Mataram sangat tepat. Karena lokasinya yang berada di depan atau pinggir Jalan Adi Sucipto, Ampenan sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat. Terutama pedagang yang berjualan di Pasar Kebon Roek. “Air tetap ada di mushola, kami juga menyiapkan Alquran,” terang Chamim.
Ia sudah meminta kepada penjaga sekolah agar gerbang utama sekolah tidak digembok kecuali pada malam hari. Sehingga, masyarakat bisa memanfaatkan musala, terutama pada Ramadan. “Pintu sebelah timur yang tembus ke ruang kelas yang kita gembok. Juga pintu di sebelah selatan musala,” ujarnya.
Ia akan memanfaatkan Musala Baitul Ilmi untuk kegiatan keagamaan selama Ramadan. Seperti tadarus Alquran, salat duhur berjamaah, dan pesantren kilat (sanlat). “Sekarang musala ini sudah cukup luas. Jadi bisa langsung dimanfaatkan semua siswa untuk tadarus Alquran,” pungkasnya. (jay/r2)
Editor : Rury Anjas Andita