LombokPost--Yuri Hanif Ramadhana, siswa MAN 2 Mataram terpilih menjadi peserta Pertukaran Pelajar AFS Intercultural Programs Global Stem Academies di India.
Hanif, sapaan karibnya, merupakan ketua ekstrakurikuler (ekskul) Manda English Club (MEC) yang jebolannya banyak diterima di perguruan tinggi (PT) bergengsi di tanah air dan luar negeri.
Siswa yang duduk dibangku kelas XI Sainkes merupakan siswa berprestasi, terutama dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Bahkan, prestasi tersebut mengantarkannya sebagai ketua ekskul andalan di MAN 2 Mataram ini.
Sehingga wajar ia terpilih menjadi peserta Pertukaran Pelajar AFS Intercultural Programs Global Stem Academies di India.
Alumni SMP IT Putra Full Day Abu Hurairah siswa berprestasi.
Ia kerap meraih juara debat bahasa Inggris.
”Hanif ini tidak hanya jago bahasa Inggris, namun juga Matematika,” kata Kepala MAN 2 Mataram H Lalu Syauki, pekan lalu.
Adapun sejumlah prestasi yang diraih Hanif diantaranya Overall Best Student SMP IT Full Day Abu Hurairah, runner up Smakerz English Debate Competition tingkat nasional, runner up ESC Debate Competition tingkat provinsi NTB dan Bali Nusra.
Runner up SAVE Debate Competition tingkat provinsi NTB dan Bali Nusra, juara I Olimpiade Dignity bidang Matematika tingkat nasional, juara III Asec-Storytelling tingkat Kota Mataram.
Sekadar diketahui, AFS Global STEM Academies merupakan program pertukaran antarbudaya dengan beasiswa penuh untuk remaja yang tertarik pada keberlanjutan dalam bidang Stem yakni, sains, teknologi,teknik, matematika, dan dampak sosial.
Adapun program AFS Global STEM Academies ini dijalankan dan dikelola oleh AFS Intercultural Programs.
Yakni, sebuah orgnisasi nirlaba internasional dengan pengalaman lebih dari 75 tahun dalam menyediakan program pembelajaran antarbudaya. Beasiswa AFS Global STEM Academies ini sepenuhnya didanai oleh sebuah perusahaan energi terpadu global.
Syauki menuturkan, pertukaran pelajar ini dilaksanakan dua tahap yang biasa disebut dengan hybrid learning. Yakni, memadukan kurikulum virtual atau online dan luring (luar jaringan) atau tatap muka langsung.
Hanif akan mulai belajar daring pada 8 Maret sampai 8 Juni 2025. Pengajarnya dari fasilitator bersertifikat AFS.
Pada tahap ini nanti akan ada validasi dan sertifikasi dari AFS dan University of Pennsylvania.
Sedangkan tahap kedua atau belajar tatap muka di India akan dilaksanakan pada 18 Juli hingga 17 Agustus 2025.
Pada pembelajaran tatap muka Hanif akan mengembangkan keterampilan antarbudaya dan mempelajari lebih dalam studi kasus tentang STEM dan keberlanjutannya.
Adapun kegiatan di India meliputi school, university, waste management dan hospital visit.
Selain itu, ada juga program AI and Robotic Event.
Lembaga ini akan bertanggung jawab dan bertugas menyiapkan peserta. Termasuk mengatur perjalanan dan informasi penting terkait lembaga.
Waka Kesiswaan MAN 2 Mataram Hj Meci Karimah Kasipahu bersyukur atas apa yang diraih Hanif. Sebelumnya, ada dua alumni MAN 2 Mataram juga pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika.
Yakni, Lalu Ladeva Alfusyahidu Karman dan M Rizky Masyadani. “Kebetulan siswa ini juga berprestasi dan tergabung dalam ekskul MEC,” tandasnya. (jay/*)
Editor : Kimda Farida