LombokPost-Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram dan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTB berkunjung ke setiap sekolah.
Sehingga tahu ukuran dan jumlah ruang kelas untuk daya tampung pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Di sekolah ada ruang kelas yang ukurannya besar dengan daya tampung bisa sampai 45 siswa,” kata Ketua MKKS SMP Kota Mataram Saptadi Akbar, Rabu (23/4).
Menurutnya, pada SPMB mendatang masing-masing sekolah baiknya transparan dalam mengisi daya tampung.
Ia ingin Disdik Kota Mataram, BPMP NTB, Dewan Pendidikan Kota Mataram dan pemangku kepentingan lainnya berkunjung ke setiap sekolah.
Melihat situasi dan kondisi satuan pendidikan. Sehingga bisa tahu daya tampung siswa dalam satu sekolah.
Misalnya sebut dia, dari sepuluh ruang kelas ada lima kelas yang bisa menampung 45 siswa per rombel.
“Intinya dalam pembelajaran yang dibutuhkan kenyamanan. Jangan sampai ruang kelasnya kecil tapi diisi 45 siswa per rombel. Ini akan membuat kondisi tidak kondusif di dalam kelas,” tutur Akbar.
Ia menyebutkan, setiap satuan pendidikan ada ruang kelas yang ukurannya besar, ada yang kecil. Untuk ruang kelas yang ukurannya besar bisa menampung 40 sampai 45 siswa per rombel.
“Daya tampung harus ditunjukkan dalam juknis (petunjuk teknis). Jangan sampai daya tampung ditambah atau tidak sesuai juknis yang membuat siswa tidak masuk Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Ini merugikan siswa,” tutur Akbar.
Ia ingin sekolah yang animonya tinggi harus dipetakan dan menerima siswa secara transparan. “Untuk kenyamanan satu rombel isinya 36 siswa, tapi ada ruang kelas yang ukurannya bisa menampung 45 siswa,” ujarnya.
Kabid Dikdas Disdik Kota Mataram Syarafudin akan melakukan koordinasi dengan MKKS, K3S terkait SPMB. Yang jelas, masing-masing satuan pendidikan akan menerima siswa baru sesuai juknis. “Kalau ndak sesuai juknis tidak bisa masuk Dapodik nantinya,” pungkasnya.(jay/r2)
Editor : Kimda Farida