LombokPost-Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) turut mendukung tumbuh kembang industri kecil dan menengah (IKM) di NTB, lewat program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Salah satunya, dengan meningkatkan pemahaman kewirusahaan lokal melalui digitalisasi dan pengolahan limbah, kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Flora Barokah yang berlokasi di Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar),
“Program ini bertujuan untuk memberdayakan anggota KWT melalui transformasi digital pemasaran dan pengolahan limbah kelapa menjadi produk bernilai tinggi, seperti briket, yang dapat membantu meningkatkan ekonomi lokal dan melestarikan lingkungan,” terang Ketum Tim PKM UMMAT Novi Yanti Sandra Dewi.
Selama ini, KWT Flora Barokah sudah lama berperan dalam pengolahan minyak kelapa secara tradisional. Namun, produk yang dihasilkan masih terbatas pada skala lokal dengan proses yang tidak efisien dan teknologi yang kurang memadai.
Salah satu tantangan besar adalah rendahnya kemampuan dalam memasarkan produk, yang hanya terbatas pada pasar sekitar desa. Selain itu, pengelolaan limbah kelapa, seperti tempurung kelapa, yang selama ini hanya dibuang atau dibakar, belum dimanfaatkan secara optimal.
Untuk itu, program PKM UMMAT ini dirancang untuk mengatasi beragam persoalan tersebut, agar meningkatkan daya saing KWT Flora Barokah di pasar yang lebih luas.
Salah satu langkah utama dalam program ini, memberikan pelatihan mengenai penggunaan teknologi digital untuk pemasaran produk.
“Anggota KWT Flora Barokah sekarang belajar cara memanfaatkan platform digital Shopee, dan media sosial Facebook untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik secara nasional maupun internasional,” terang Dosen Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah UMMAT ini.
Kegiatan PKM tersebut mencakup pelatihan manajemen usaha yang lebih sistematis, mulai dari pengelolaan keuangan hingga pencatatan transaksi menggunakan aplikasi siapik.
Bertujuan meningkatkan kapasitas anggota KWT dalam menjalankan usaha mereka, secara lebih profesional dan berkelanjutan. Dengan pelatihan ini, KWT dapat mengelola usaha mereka dengan lebih efisien, yang pada gilirannya akan meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan usaha.
Selain itu, Tim PKM UMMAT turut mengajarkan tentang cara mengolah limbah tempurung kelapa yang selama ini dianggap sebagai sampah, menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
Dengan teknologi yang disediakan, KWT diharapkan dapat memproduksi briket secara efisien, meningkatkan nilai jual limbah yang sebelumnya terbuang sia-sia, dan memberikan manfaat ekonomis tambahan bagi anggota KWT.
Novi menjelaskan program ini juga sejalan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), memberikan mahasiswa kesempatan untuk berpartisipasi langsung dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Mahasiswa yang terlibat dalam program ini tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis dalam kewirausahaan dan digitalisasi pemasaran, tetapi juga berkontribusi dalam evaluasi lapangan dan mendampingi mitra dalam setiap tahapan kegiatan,” paparnya.
Program ini juga memiliki potensi untuk menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang dapat diperluas ke kelompok-kelompok lain di wilayah tersebut.
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Diktilitbang PPM), telah memberikan dukungan dana untuk pelaksanaan program ini.
Terima kasih juga disampaikan kepada UMMAT yang telah menyediakan sumber daya dan fasilitas dalam melaksanakan kegiatan ini. Pihaknya mengapresiasi KWT Flora Barokah, telah berperan aktif dan berkomitmen tinggi dalam mengikuti setiap pelatihan dan kegiatan yang dilakukan.
“Saya juga mengucapkan terima kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berkolaborasi dalam proyek ini,” terangnya.
Transformasi digital dan pemberdayaan ekonomi melalui pengolahan limbah ini tidak hanya memberi keuntungan ekonomi, tetapi juga membuka peluang besar bagi keberlanjutan usaha yang ramah lingkungan.
“Kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat menjadi model untuk pemberdayaan kelompok wanita tani lainnya di daerah lain,” pungkas Novi.
Anggota Tim PKM UMMAT Muanah mengungkapkan dirinya sangat senang bisa terlibat langsung mendampingi KWT Flora Barokah dalam proses pengolahan limbah menjadi briket.
“Ini adalah peluang besar untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Kami berharap program ini memberikan dampak positif yang dapat bertahan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ketua KWT Flora Barokah Zakiah mengapresiasi Tim PKM UMMAT yang telah membantu dalam meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial. Pelatihan ini memberi wawasan baru dalam pengelolaan usaha, pemasaran digital, dan pemanfaatan limbah kelapa yang selama ini terabaikan.
“Kami merasa diberdayakan untuk mengembangkan usaha kami lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya. (yun)
Editor : Rury Anjas Andita